JARINGAN TANAMAN
Tiga organ tumbuhan yang utama adalah akar, batang dan daun. Seperti yang kita ketahui bahwa organ-organ tersebut disusun oleh jaringan-jaringan yang bekerja sama untuk tujuan atau fungsi yang sama. Demikian halnya dengan jaringan, tersusun atas sejumlah sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama dan membangun fungsi tertentu. Sedangkan sel merupakan unit dasar kehidupan yang tersusun atas atom dan molekul. Artikel ini mencoba mengupas tentang berbagai jaringan tumbuhan, tempat dan fungsi mereka dalam tanaman. Hal ini penting untuk di kaji sebab ada beberapa variasi dan modifikasi pada jaringan-jaringan tumbuhan pada tanaman-tanaman tertentu. Jaringan pada tanaman di cirikan dan diklasifikasikan berdasarkan struktur dan fungsi mereka. Organ-organ yang dibangun oleh jaringan tumbuhan, tersusun sedemikian rupa membentuk pola-pola tertentu, sehingga memudahkan dalam mengklasifikasikan tanaman. Sebagai contoh tiga pola jaringan dasar yang ditemukan dalam akar dan batang yang berfungsi untuk menggambarkan antara tanaman berkayu dikotil, tanaman herba (batang basah) dicotil dan tanaman monokotil.
JARINGAN MERISTEM
Jaringan yang ditandai dengan sel-sel yang terus membelah disebut jaringan meristem atau jaringan meristematik. Di daerah ini sel-sel baru di hasilkan. Sel-sel baru umumnya berukuran kecil, struktur seperti kotak bersisi enam, dengan sejumlah vakuola berukuran kecil, dan inti berukuran besar. Terkadang vakuola tidak terlihat sama sekali. Ketika sel membesar dan dewasa, vakuola akan tumbuh dengan bentuk dan ukuran yang berbeda, tergantung dari jenis selnya. Ukuran vakuola dalam sebuah sel dapat mencapai lebih dari 95% dari total volume sel.
1. Jenis Jaringan meristem
Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan atas:
a. meristem apikal
Meristem apikal terletak di dekat ujung akar dan ujung batang (tunas). Sel-sel baru yang terbentuk di daerah meristem, akan menyebabkan akar dan tunas bertambah panjang. Pertambahan panjang akar dan batang ini disebut dengan pertumbuhan primer. Contoh: batang pohon akan terus bertambah tinggi. Setiap meristem apikal akan menghasilkan kuncup daun dan tunas beserta tiga jenis meristem primer: yaitu protoderm, meristem dasar, dan procambium. Meristem primer ini menghasilkan sel-sel yang akan membentuk jaringan primer.
b. meristem lateral
Meristem lateral menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder pada tumbuhan. Contoh dari pertumbuhan ini adalah pertambahan ketebalan batang. Ada dua macam meristem lateral yaitu pertama adalah kambium vaskular yang biasa disebut kambium saja. Kambium berbentuk silinder tipis bercabang, kecuali pada bagian ujung dimana meristem apikal terdapat, yang berfungsi memanjangkan akar dan batang, pada sebagian besar tanaman perenial (menahun) dan beberapa tanaman herba menahun. Kambium bertanggung jawab untuk memproduksi sel-sel dan jaringan yang dapat meningkatkan ketebalan, atau ketebalan, tanaman. Kambium gabus, merupakan jenis meristem lateral kedua, bentuknya hampir menyerupai kambium vaskular, tersusun atas sel-sel berbentuk silinder tipis yang berfungsi untuk memanjangkan akar dan batang. Perbedaannya adalah kambium gabus hanya ditemukan pada tanaman berkayu, karena kambium ini menghasilkan kulit kayu.
Keberadaan kambium vaskular dan kambium gabus, menyebabkan adanya aktivitas pembentukan sel-sel dan jaringan baru, aktivitas ini terjadi pada jaringan primer yang telah dibentuk oleh meristem apikal yang telah matang.
c. meristem interkalar
Meristem interkalar ditemukan di rumput dan tanaman sejenis yang tidak memiliki kambium vaskular atau kambium gabus, hal tersebut menyebabkan batang dan akarnya tidak mengalami pembesaran. Tanaman ini memiliki meristem apikal di daerah tempat menempelnya daun yang disebut nodus, pada bagian ini terdapat tiga jenis jaringan meristem. Meristem ini juga akan secara aktif memproduksi sel baru dan menyebabkan pertambahan panjang akar maupun batang. Meristem interkalar menyebabkan pertumbuhan kembali tanaman rumput yang telah di potong.
Jaringan Permanen
Ada beberapa jaringan lain pada tanaman yang tidak aktif memproduksi sel baru. Jaringan-jaringan ini disebut jaringan nonmeristematic. Jaringan Nonmeristematic terbentuk dari sel-sel yang dihasilkan oleh jarngan meristem dan tersusun menjadi berbagai bentuk dan ukuran tergantung pada fungsi mereka di dalam pabrik. Jaringan non meristematik ini selanjutnya disebut dengan nama jaringan permanen atau jaringan dewasa. Terkadang jaringan nonmeristematik tersususn atas sel-sel dengan bentuk dan ukuran sejenis atau sama, jaringan ini disebut jaringan permanen sederhana, terkadang jaringan non meristematik ini disusun oleh berbagai bentuk dan ukuran sel, disebut jaringan permanen kompleks.
Jaringan Permanen Sederhana
Ada tiga tipe dasar jaringan permanen dewasa, sesuai dengan jenis sel-sel penyusunnya yaitu:
1. Sel-sel Parenkima, membentuk jaringan parenkima. Sel-sel parenkim yang palingmerupakan jenis sel yang paling banyak di jumpai seluruh bagian tubuh tumbuhan. Sel-sel ini pada dasarnya berbentuk bulat ketika sel-sel ini pertama kali terbentuk. sel-sel ini memiliki dinding sel yang tipis, sengan banyak sudut atau poligonal dengan 14 sisi pada umumnya. Sel-sel parenkima memiliki vakuola yang berukuran besar dan mengandung berbagai hasil sekresi termasuk pati atau amilum, minyak, tanin, dan kristal. sel-sel ini memiliki dinding sel yang tipis, sengan banyak sudut atau poligonal. Beberapa sel parenkim mengandung banyak kloroplas banyak dan membentuk jaringan yang ditemukan di daun. Jaringan Parenkima seperti ini disebut dengan nama Klorenkima. Fungsi utama dari jaringan jenis ini adalah untuk fotosintesis, sedangkan jaringan parenkima yang tidak memiliki kloroplas biasanya digunakan untuk penyimpanan makanan atau air. Selain itu, beberapa kelompok sel parenkima yang tersusun rengang dengan ruang-ruang udara yang besar, seperti pada batang tanaman air, (teratai, kiambang, dll) jaringan ini disebut aerenchyma. Sel parenkim dapat menjadi meristematik kembali, yang berfungsi untuk memperbaiki kerusakan pada jaringan tanaman. sel dan jaringan parenkima menyusun sebagian besar dari buah yang dapat dimakan.
2. Sel-sel Collenchyma membentuk jaringan collenchyma. Sel-sel ini memiliki protoplasma hidup, seperti sel parenkim, dan akan tetap hidup untuk jangka waktu yang lama. Perbedaan utama antara jaringan parenkima dengan kolenkima adalah perbedaan pada ketebalan dinding selnya. sel-sel kolenkima memiliki dinding sel lebih tebal dibandingkan sel-sel parenkima. Pada irisan melintang, sel-sel kolenkima terlihat memiliki penebalan dinding sel tidak merata. Sel collenchyma terletak tepat di bawah epidermis, umumnya dengan bentuk sel memanjang dan dinding sel yang selain lentur juga kuat. Sel-sel parenkima banyak terdapat pada jaringan yang baru tumbuh, memberi kekuatan dan sokongan pada tanaman muda tersebut, memberikan kekuatan pada organ daun dan bunga.
3. Sel-sel Sclerenchyma membentuk jaringan sclerenchyma. Sel ini memiliki dinding sel yang teba dan kuat terbentuk dari ligninl, Sel-sel sclerenchyma yang telah dewasa atau tua merupakan sel mati, secara umum berfungsi memberikan kekuatan dan kelentingan pada organ tumbuhan.
Sel-sel sclerenchyma memiliki dua bentuk yaitu:
a. sklereid, merupakan sel-sel sklerenkima yang tersebar merata diseluruh bagian organ tamanan. terkadang sel-sel parenkima berkelompok atau bergabung dengan jaringan lain. Sebagai contoh adanya sifat seperti pasir pada buah pir, sifat berpasir buah pir ini disebabkan adanya sklereid. sklereid biasanya disebut juga sel-sel batu.
b. serabut, merupakan sel-sel sklerenchyma yang berhubungan dengan jaringan yang ada di akar, batang, daun dan buah-buahan. Biasanya sel-sel serat lebih panjang dengan rongga kecil di bagian tengah sel. saat ini lebih dari 40 jenis tanaman yang dimanfaatkan serabutnya untuk pembuatan tekstil (bahan pakaian), tali, dan bahan kanvas, semua memanfaatkan serat yang berasal dari sel-sel serabut sklerenkima.
sel-sel dan Jaringan Ekskresi
hasil dari aktivitas seluler, zat-zat yang terakumulasi dalam sel kadang-kadang dapat merusak protoplasma sel terebut. Oleh karena itu penting bahwa materi-materi ini sebaiknya di isolasi dari protoplasma atau di keluarkan dari dalam tubuh tanaman. Meskipun sebagian besar materi-materi tersebut adalah bahan yang tidak terpakai, beberapa subtansi merupakan komponen vital untuk menjalankan fungsi normal tubuh. Contoh: minyak atsiri dalam jeruk, resin dalam pinus, lateks/getah karet, opium, nektar, parfum dan hormon tanaman. Umumnya, sel-sel sekretori berasal dari se-sell parenkim dan dapat berfungsi sendiri-sendiri atau sebagai jaringan. Terkadang material-material tersebut memiliki nilai komersial yang tinggi.
Jaringan Kompleks
Jaringan yang tersusun lebih dari satu jenis sel, disebut sebagai jaringan yang kompleks. Xilem dan floem adalah dua jaringan kompleks yang paling penting dalam tanaman, fungsi utama dari jaringan ini adalah transportasi air, ion, zat makanan terlarut di seluruh tubuh tumbuhan. Meskipun beberapa jaringan yang kompleks dihasilkan oleh meristem apikal, sebagian besar tanaman berkayu diproduksi oleh kambium vaskuler dan sering dihubungkan sebagai jaringan pembuluh.
Jaringan kompleks lainnya termasuk epidermis dan periderm. . Epidermis tersusun atas sel-sel yang menyerupai jaringan parenkima dan berfungsi terdiri terutama dari parenkim-seperti sel dan membentuk penutup pelindung untuk semua organ tanaman. Epidermis merupakan sel-sel khusus yang memungkinkan gerakan air dan gas masuk dan keluar dari tubuh tumbuhan. kelenjar sekretori, berbagai rambut-rambut halus, sel-sel kristal yang di akumulasi dan terisolasi, dan sel-sel lain yang meningkatkan penyerapan dalam akar. Periderm sebagian besar merupakan sel-sel gabus dan karena membentuk kulit luar dari tanaman berkayu. Epidermis dianggap sebagai jaringan kompleks karena kantong-kantong sel parenkima tersebar di seluruh sel epidermis.
Xilem
Jaringan xilem merupakan jaringan tumbuhan yang berbentuk seperti batang pipa pada tanaman. Bayangkan kumpulan batang pipa di sepanjang sumbu utama akar dan batang. Xilem berfungsi membawa air dan seluruh zat terlarut, yang tersusun atas kombinasi sel parenkim, serabut, saluran, tracheids dan trakea. Tabung panjang terbentuk dari kumpulan sel yang sambung menyambung membentuk saluran, sambungan antar sel masing-masing terbuka.
Tampilkan postingan dengan label Jaringan tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Oktober 2011
Senin, 20 September 2010
Jaringan Tumbuhan
JARINGAN TUMBUHAN
PENDAHULUAN
Tumbuhan berpembuluh disusun oleh 3 bentuk organ vegetative, yaitu akar, batang dan daun. Organ tumbuhan disusun oleh jaringan. Jaringan adalah kelompok sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama. Jaringan yang hanya disusun oleh satu bentuk sel disebut jaringan sederhana, sedangkan jaringan yang disusun lebih dari satu bentuk sel disebut jaringan kompleks. Parenkima adalah salah satu contoh jaringan sederhana. Xilem merupakan salah satu jaringan kompleks (disusun oleh trakeid, parenkima sel, kadang serabut xylem)
Dalam tubuh tumbuhan terdapat 3 jaringan utama yaitu jaringan dermal, jaringan pengangkut, dan jaringan dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis jaringan yang menyusun tubuh tumbuhan
Kegiatan
A. Jaringan meristem
Jaringan meristem disebut juga jaringan muda, yang ditandai dengan sel-selnya masih aktif membelah. Sel-sel yang menyusun jaringan meristem memiliki cirri:
1. Ukuran sel : …………………………………………………………………………………………
2. Dinding sel : ………………………………………………………………………………………..
3. Ukuran nucleus : ………………………………………………………………………………………..
4. Ukuran vakuola : ………………………………………………………………………………………..
5. Kandungan protoplasma : ……………………………………………………………………………………….
6. Bentuk sel : ………………………………………………………………………………………..
LKS Selengkapnya Download disini
STRUKTUR JARINGAN TUMBUHAN
PENDAHULUAN
Jaringan tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan jaringan permanen. Masing-masing jaringan memiliki struktur yang berbeda.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenali bentuk dan struktur jaringan tumbuhan dan membedakan tipe-tipe jaringan yang membentuk tubuh tumbuhan
Kegiatan
Tabel jaringan tumbuhan
LKS Struktur Jaringan tumbuhan Download disini
Sabtu, 21 Agustus 2010
Praktikum jaringan tumbuhan
PENGAMATAN JARINGAN EPIDERMIS
Pendahuluan
Jaringan epidermis tumbuhan merupakan yang tersusun oleh satu lapis sel yang rapat. Epidermis menutupi organ akar, batang dan daun. Pada akar dan daun epidermisnya dilindungi oleh zat kimia (kutikula) yang berfungsi mengurangi penguapan. pada epidermis akar termodifikasi menjadi bulu-bulu akar. Beberapa organ daun epidermisnya juga terdapat struktur tambahan berupa stomata untuk tempat difusi gas dan trikoma, pada epidermis batang terdapat lentisel. Sel-sel epidermis berwarna putih transparan, karena tidak mengandung kloroplas.
Jaringan epidermis tumbuhan merupakan yang tersusun oleh satu lapis sel yang rapat. Epidermis menutupi organ akar, batang dan daun. Pada akar dan daun epidermisnya dilindungi oleh zat kimia (kutikula) yang berfungsi mengurangi penguapan. pada epidermis akar termodifikasi menjadi bulu-bulu akar. Beberapa organ daun epidermisnya juga terdapat struktur tambahan berupa stomata untuk tempat difusi gas dan trikoma, pada epidermis batang terdapat lentisel. Sel-sel epidermis berwarna putih transparan, karena tidak mengandung kloroplas.
Tujuan:
1. Mengamati bentuk jaringan epidermis daun
2. mengamati bentuk stomata, kutikula, bulu akar dan trikoma
Alat dan bahan
1. daun adam hawa
2. daun durian (daun yang permukaannya kasar, berambut atau berbulu)
3. akar bawang merah
4. daun nangka (daun yang permukaannya mengkilat)
5. Mikroskop
6. kaca objek dan penutup
7. air
8. pipet
9. petridish
10. lup
Cara kerja
1. Mengamati bentuk epidermis dan stomata
- ambil daun adam hawa, dengan permukaan yang berwarna hijau di atas dan permukaan daun yang berwarna merah di bawah
- sobeklah daun tersebut dengan arah sobekan yang berlawanan hingga di dapat sisa dari sobekan yang berwarna merah
- potong sissa sobekan, dan letakkan di atas kaca benda yang telah di beri air
- letakkan di bawah mikroskop dan amati dengan perbesaran: lensa okuler 12.5 dan lensa objektif 0.25
- gambarkan bagaimana bentuk sel-sel epidermis dan beberapa stomata
2. Mengamati bulu akar
- letakkan perangkat tanaman bawang merah (bawang merah telah di tumbuhkan selama 5 hari dalam medium air) di tempat yang terang
- arahkan lup ke arah akar-akar tersebut, amati bulu-bulu halus yang terdapat di sekitar pertengahan akar
- gambarkan hasil pengamatanmu!
3. Mengamati trikoma
- ambil daun durian, dengan menggunakan silet yang tajam, irislah secara melintang hingga di dapatkan irisan yang sangat tipis dan transparan
- letakkan irisan tersebut di atas kaca benda yang telah di beri setetes air dan tutup dengan kaca penutup
- amati di bawah mikroskop dengan perbesaran okuler 12,5 dan objektif 0,25
- gambarkan hasil pengamatanmu
4. mengamati kutikula
- ambil daun nangka, dengan menggunakan silet yang tajam, irislah secara melintang hingga di dapatkan irisan yang sangat tipis dan transparan
- letakkan irisan tersebut di atas kaca benda yang telah di beri setetes air dan tutup dengan kaca penutup
- amati di bawah mikroskop dengan perbesaran okuler 12,5 dan objektif 0,25
- gambarkan hasil pengamatanmu
Tabel hasil Pengamatan
1. Mengamati bentuk jaringan epidermis daun
2. mengamati bentuk stomata, kutikula, bulu akar dan trikoma
Alat dan bahan
1. daun adam hawa
2. daun durian (daun yang permukaannya kasar, berambut atau berbulu)
3. akar bawang merah
4. daun nangka (daun yang permukaannya mengkilat)
5. Mikroskop
6. kaca objek dan penutup
7. air
8. pipet
9. petridish
10. lup
Cara kerja
1. Mengamati bentuk epidermis dan stomata
- ambil daun adam hawa, dengan permukaan yang berwarna hijau di atas dan permukaan daun yang berwarna merah di bawah
- sobeklah daun tersebut dengan arah sobekan yang berlawanan hingga di dapat sisa dari sobekan yang berwarna merah
- potong sissa sobekan, dan letakkan di atas kaca benda yang telah di beri air
- letakkan di bawah mikroskop dan amati dengan perbesaran: lensa okuler 12.5 dan lensa objektif 0.25
- gambarkan bagaimana bentuk sel-sel epidermis dan beberapa stomata
2. Mengamati bulu akar
- letakkan perangkat tanaman bawang merah (bawang merah telah di tumbuhkan selama 5 hari dalam medium air) di tempat yang terang
- arahkan lup ke arah akar-akar tersebut, amati bulu-bulu halus yang terdapat di sekitar pertengahan akar
- gambarkan hasil pengamatanmu!
3. Mengamati trikoma
- ambil daun durian, dengan menggunakan silet yang tajam, irislah secara melintang hingga di dapatkan irisan yang sangat tipis dan transparan
- letakkan irisan tersebut di atas kaca benda yang telah di beri setetes air dan tutup dengan kaca penutup
- amati di bawah mikroskop dengan perbesaran okuler 12,5 dan objektif 0,25
- gambarkan hasil pengamatanmu
4. mengamati kutikula
- ambil daun nangka, dengan menggunakan silet yang tajam, irislah secara melintang hingga di dapatkan irisan yang sangat tipis dan transparan
- letakkan irisan tersebut di atas kaca benda yang telah di beri setetes air dan tutup dengan kaca penutup
- amati di bawah mikroskop dengan perbesaran okuler 12,5 dan objektif 0,25
- gambarkan hasil pengamatanmu
Tabel hasil Pengamatan

Pertanyaan
1. Bagaimana bentuk dan susunan sel-sel yang menyusun jaringan epidermis?
2. Berdasarkan hasil pengamatanmu, di bagian permukaan mana stomata bisa kamu temukan?
3. Sebutkan komponen-komponen yang membentuk sebuah stomata!
4. Bagaimana bentuk dan ukuran bulu akar???
5. jelaskan bagaiman proses terbentuknya bulu akar!
6. Apakah semua daun mempunyai kutikula dan trikoma? jelaskan jawabanmu
7. Apa fungsi trikoma pada daun?
8. Rumuskanlah kesimpulanmu tentang percobaan ini!
1. Bagaimana bentuk dan susunan sel-sel yang menyusun jaringan epidermis?
2. Berdasarkan hasil pengamatanmu, di bagian permukaan mana stomata bisa kamu temukan?
3. Sebutkan komponen-komponen yang membentuk sebuah stomata!
4. Bagaimana bentuk dan ukuran bulu akar???
5. jelaskan bagaiman proses terbentuknya bulu akar!
6. Apakah semua daun mempunyai kutikula dan trikoma? jelaskan jawabanmu
7. Apa fungsi trikoma pada daun?
8. Rumuskanlah kesimpulanmu tentang percobaan ini!
PENGAMATAN ORGAN TUMBUHAN
Pendahuluan
Tumbuhan memiliki 3 organ utama, yaitu akar batang dan daun dan 3 organ modifikasi yaitu umbi buah dan bunga. Organ tumbuhan tersusun oleh kumpulan jaringan. Jaringan yang menyusun tumbuhan adalah Jaringan epidermis, jaringan parenkima (jaringan dasar, dan jaringan penyokong (kolenkima dan sklerenkima) dan jaringan pengangkut (xilem dan floem)
Tujuan:
1. mengamati dan mengenali struktur akar, batang dan daun
2. mengenali nama-nama struktur penyusun akar, batang dan daun
3. menunjukkan letak jaringan epidermis, dan jaringan pengangkut pada akar, batang dan daun
4. Membedakan secara anatomi bentuk akar dikotil dengan monokotil dan batang dikotil dengan monokotil
5. mengamati dan mengenali jaringan meristem
Alat dan bahan
1. akar dan batang tumbuhan jagung muda (ditanam dari biji selama 2 minggu)
2. akar dan batang tumbuhan kacang hijau muda (ditanam dari biji selama 2 minggu)
3. kaca objek dan penutup
4. pinset
5. pipet tetes
6. silet
7. petridish
Cara kerja:
1. mengamati akar dikotil dengan monokotil
- ambil bagian pangkal dari akar jagung, iris tipis secara melintang
- letakkan irisan tipis dan transparan potongan akar jagung di atas kaca benda yang telah diberi setetes air dan tutup dengan kaca penutup
- amati dibawah mikroskop dengan perbesaran okuler 12,5 dan objektif 0,25
- gambar hasil pengamatan di tabel hasil pengamatan
- ulangi langkah yang sama untuk akar tanaman kacang hijau
2. Mengamati batang dikotil dan monokotil
- ambil bagian pangkal dari batang jagung, iris tipis secara melintang
- letakkan irisan tipis dan transparan potongan batang jagung di atas kaca benda yang telah diberi setetes air dan tutup dengan kaca penutup
- amati dibawah mikroskop dengan perbesaran okuler 12,5 dan objektif 0,25
- gambar hasil pengamatan di tabel hasil pengamatan
- ulangi langkah yang sama untuk batang tanaman kacang hijau
3. Mengamati daun
- ambil daun adam hawa, iris secara melintang hingga mendapatkan irisan yang tipis dan transparan
- letakkan irisan tipis daun adam hawa di atas kaca benda, tutup dengan kaca penutup
- amati dibawah mikroskop dengan pembesaran okuler 12,5 dan objektif 0,25
-gambar hasil pengamatan di tabel hasil pengamatan
4. Mengamati jaringan meristem akar bawang
- ambil ujung akar bawang
- letakkan di atas kaca benda yang telah di tetesi air
- tutup dengan kaca penutup dan tekan secara perlahan dengan menggunakan pulpen hingga akar bawang menjadi agak pipih
- amati dibawah mikroskop dengan perbesaran okuler 12,5 dan objektif 0,25
- gambarkan hasil pengamatanmu di tabel hasil pengamatan
Tabel hasil pengamatan

Pertanyaan
1. apakah terdapat perbedaan antara bentuk akar jagung dengan akar kacang hijau?
2. dimanakah letak jaringan parenkima di dalam organ akar dan batang?
3. apakah terdapat perbedaan antara bentuk batang jagung dengan batang kacang hijau?
4. bagaimanakah letak jaringan pengangkut pada batang kacang hijau dengan batang jagung?
5. Apakah yang dimaksud dengan mesofil daun? apa jenis jaringan yang membentuk mesofil daun?
6. rumuskan kesimpulanmu tentang percobaan ini!
1. apakah terdapat perbedaan antara bentuk akar jagung dengan akar kacang hijau?
2. dimanakah letak jaringan parenkima di dalam organ akar dan batang?
3. apakah terdapat perbedaan antara bentuk batang jagung dengan batang kacang hijau?
4. bagaimanakah letak jaringan pengangkut pada batang kacang hijau dengan batang jagung?
5. Apakah yang dimaksud dengan mesofil daun? apa jenis jaringan yang membentuk mesofil daun?
6. rumuskan kesimpulanmu tentang percobaan ini!
Langganan:
Postingan (Atom)