Tampilkan postingan dengan label Lomba Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Biologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

Dangke, Bioteknologi Dari Tanah Endrekang

Dangke, Bioteknologi Dari Tanah Endrekang - Ilmu biologi, tepatnya bidang Bioteknologi dan Pengembangan Hasil Ternak mengalami pengaplikasiaan yang luar biasa justru di temukan di daerah paling ujung dari Sulawesi Selatan yaitu tepatnya didaerah kabupaten Endrekang yang berupa makanan tradisional bernama Dangke. Dangke ini merupakan produk olahan susu kerbau secara tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Daerah yang terkenal sebagai penghasil dangke di Sulawesi Selatan adalah kabupaten Enrekang, yaitu kecamatan Baraka, Anggeraja dan Alla’ .
Makanan tradisional dangke ini telah dikenal sejak tahun 1905 dan secara turun temurun di kerjakan oleh masyarakat kabupaten Endrekang. Nama dangke diduga berasal dari bahasa Belanda, yaitu dangk U yang berarti terima kasih, yang diucapkan oleh orang Belanda ketika mengkonsumsi produk olahan susu yang berasal dari susu kerbau ini. Dari kata dangk U inilah asal nama dangke untuk produk susu olahan rakyat kabupaten Enrekang ini Jika dilihat sekilas makanan ini seperti tahu, dengan warna putih bersih dan lelihatan kenyal / empuk. Tapi bahan dasarnya sanga berbeda jauh, jika tahu dari kedelai maka dangke dibuat dari susu kerbau (disebut Tedong oleh masyarakat lokal).
Dangke itu sendiri merupakan suatu produk olahan yang terbuat dari fermentasi susu kerbau yang dikerjakan secara tradisional melalui tehnik pembekuan melalui beberapa campuran bahan. Dangke dibuat dengan merebus campuran susu kerbau, garam, dan sedikit getah buah pepaya. Hasil rebusan tersebut kemudian disaring, dibuang airnya, dan kemudian dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Dangke dapat langsung disajikan atau diolah lagi menjadi variasi makanan lain seperti dangke bakar dan sejenisnya. Pembekuannya dilakukan dengan cara dimasak terlebih dahulu kemudian diberi enzim papain dari getah pepaya. Enzim inilah yang secara alamiah akan mengubah susu kerba itu menjadi padat akibat terjadinya pemisahan protein dan air. Disamping itu bukan Cuma dangkenya saja yang digemarim oleh masyarakat melainkan juga air rebusan dari dangke tersebut juga sangat digemari karena memiliki rasa serta aroma yang nikmat dan sangat cocok dinikmati di pagi hari dicampur dengan pisang goreng atau sanggara’
Enzim papain yang merupakan salah satu bahan utama pembuatan makanan tradisional ini diperoleh dengan cara menggores pepaya muda sehingga getahnya keluar.enzim ini berfungsi untuk menggumpalkan protein yang terdapat pada susu kerbau yang dibuat dangke dengan terlebih dahulu melalui proses pemanasan Setelah susu telah menggumpal, pemberian getah pepaya dihentikan agar rasa dangke tidak berubah menjadi pahit. Usai dimasak, adonan susu siap dicetak dalam tempurung kelapa yang dibelah menjadi dua bagian..
Jika telah membeku, dangke bisa langsung dimakan dengan cara diiris seperti keju lembaran . Rasanya gurih dengan warna putih kekuningan. Jika tak ingin memakannya langsung, dangke bisa dipanggang maupun digoreng. Aroma dangke memiliki kekhasan yang mengingatkan kita pada aroma keju parmesan. Dri segi tekstur, makanan tradisional dangke ini memiliki tekstur seperti tahu dan dari segi cita rasa makanan ini memiliki rasa yang mirip dengan keju (cheese). Disamping itu makanan dangke juga terkenal memiliki kandungan protein betakaroten yang cukup tinggi karena gumpalan yang menjadi dangke itu sendiri merupakan protein asli dari susu sapi. Menurut para mereka yang gemar dengan makanan ini, penyajiannya paling enak dinikmati jika ditambah dengan pulu mandoti (salah satu jenis beras ketan yang hanya ada di kecamatan baraka, kabupaten enrekang) yang ketika dimasak, aromanya bisa tercium sampai jarak 30 – 50 meter dari tempat memasaknya menurut yang sering dibahasakan olrh masyarakat di Kabaupaten ini. Aroma beras ini sangat wangi mirip aroma daun pandan.
Jika dilihat dari segi konsep serta prinsipnya maka sebenarnya aplikasi perkembangan ilmu biologi di Daerah Sulawesi Selatan dapat kita lihat dari pembuatan dangke ini. Dangke yang sejatinya merupakan produk asli dari bioteknologi, dibawa ke ranah ekonomi jika pengelolaan serta marketingnya bagus akan mendatangkan keuntungan dari segi finansial yang sangat besar bagi masyarakat mengelolanya yang lebih jauh lagi akan mendatangkan devisa yang tinggi bagi kemajuan daerah serta bangsa, akan tetapi kendala yang besar ketika kita ingin mengembangkan dangke ke skala industri yang besar yaitu bahwa jenis makanan ini sangat tidak tahan lama atau cepat rusak sebab jenis makanan ini sejatinya merupakan produk olahan susu yang sama sekali tampa bahan pengawet disamping juga pembuatannya yang masih sangat tradisional, kata salah seorang produsen dangke yang berdomisili di kecamatan Baraka yaitu Bapak Rustam yang sehari-harinyua berprofesi sebagai bujang sekolah di SDN NEG. 150 Baraka ini.
Menurut beliau, untuk menjadi seorang produsen dangke tidak musti harus menjadi seorang mahasiswa biologi. Karena beliau yang merupakan warga asli Baraka ini mneganggap bahwa jika ingin menjadi produsen dangke yang baik tiu seseorang tentunya harus memiliki beberapa ekor kerbau dan pengetahuan perawatannya, lahan rumput yang luas, dan tentunya modal nekat. Sebenarnya pemikiran seperti inilah yang musti kita reformasi di dunia perkuliahan jurusan biologi, karena biologi itu sendiri bukan ilmu sembarangan sebab ilmu ini berkaitan erat dengan kemaslahatan umat manusia. Meskipun sebenarnya ranah ini bukan sepenuhnya kajian pendidikan yang dwajibkan untuk jadi pendidik saja tidak yang lain tetapi asalkan bertitel dan bergelar MAHASISWA BIOLOGI kita memiliki kewajiban untuk ikut memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa bersama jangan menjadi seorang mahasiswa K (KAMAR, KAMPUS, KAMPUNG, DAN KAKUS).
Seperti yang sempat dibahasakan sebelumnya, potensi pengembangan industri dangke sangat menggiurkan. Namun jika kita hanya memiliki pemikiran seperti yang dimiliki oleh pak Rustam, maka potensi tersebut cuma akan menjadi angan-angan belaka dan tidak menutup kemungkinan Dangke yang merupakan salah satu ciri khas Endrekang dan Sulawesi Selatan akan berakhir sebagai sebuah Legenda mengingat pengaplikasian Bioteknologi tersebut butuh pengetahuan dan keahlian yang baik. Oleh karena itulah siapapun yang memiliki gelar mahasiswa biologi baik itu yang dari sains maupun pendidikan termasuk saya secara pribadi yang merupakan mahasiswa pendidikan biologi UIN ALAUDDIN makassar memiliki tanggung jawab moral untuk memperbaiki paradigma masyarakat agar berkembang kearah yang lebih maju dari sekarang agar nanti kita dapat mendengar AYAM JANTAN DARI TUMUR berkokok di seluruh pelosok Nusantara lagi dan majulah bangsa Indonesia kita yang tercinta ini.................................^_^
WASSALAMUALAIKUM WR. WB
Karya Muhammad Munsir Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN alauddin Angkatan 2009 Semester 5
Artikel ini diikutkan dalam Lomba yang diadakan Oleh Biologi News dan disponsori Oleh Idblognetwork dan Blogger Nusantara

Peran Mahasiswa Biologi Bagi Kemajuan Sulawesi Selatan

Peran Mahasiswa Biologi Bagi Kemajuan Sulawesi Selatan - Konsep pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis bio tekhnologi terus ditumbuhkembangkan” bak air yang tak pernah surut dari badannya. Hal ini sangatlah mendasar sebagai bentuk responsip terhadap perkembangan zaman yang dari waktu ke waktu terus mengalami pergeseran. Berangjak dari konsep tersebut, maka kedudukan mahasiswa pendidikan biologi yang dipandang sebagai salah satu pilar intelektual, hendaknya dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan kembali sendi-sendi kehidupan civil sosiate yang selama ini masih terkotak katik. Sebab kalau kita merunut ke belakang, dalam meneropong kembali sejarah perjalanan asal usul kehidupan umat manusia, maka sepertinya kita akan diperhadapkan dengan munculnya ribuan cerita klasik dan dogmatisasi yang kesemuanya belum bisa memberikan informasi secara jelas. Dalam konteks tersebut, maka pendekatan-pendekatan persuasif akan tetap menjadi bahan rujukan dalam rangka memberikan pemahaman kolektif terhadap berbagai kesulitan yang sedang dihadapi. Dengan sebuah asumsi, bahwa kabur gelapnya suatu wacana nantinya akan dapat terurai juga, tergantung dari sudut mana kita akan memulainya asalkan kita tidak mudah berapriori terhadap hal-hal yang selama ini masih dianggap tabuh.
Dari kenyataan ini, maka tesis awal yang didapatkan dapat dijadikan kesimpulan bahwa secara harfiah biologi adalah ilmu tentang kehidupan yang telah berakar dari dalam diri manusia. Pengejawantahan ilmiah dari kecenderungan manusia yang merasa mempunyai hubungan dan tertarik pada semua bentuk kehidupan. Fakta ini tak dapat dipungkiri sebab memang kehadirannya merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat menerjemahkan beberapa pokok masalah yang selama ini masih dianggap semi abstrak. Misalnya terkait dengan proses pembentukan bumi, dan proses penciptaan manusia itu sendiri yang merupakan aktor utama dan sekaligus pemimpin kolektif atas segala fasilitas kehidupan yang telah tersedia secara ajaib di planet istimewa ini. Implementasi dari ilmu terapan ini memang diperuntukkan bagi orang-orang dengan pemikiran yang selalu bertualang. Biologi akan mengajak kita memasuki dunia mikroskopis yang dihuni oleh unit-unit dasar dari organisme yang disebut sel serta memasuki kerajaan sub mikroskopik yang lebih kecil lagi dan dihuni oleh molekul-molekul yang menyusun sel tersebut. Kemudian perjalanan intelektual juga mengajak kita mundur ke masa lalu, karena biologi tidak hanya membahas tentang kehidupan masa kini tetapi juga membahas sejarah bentuk-bentuk purbakala yang sudah berumur hampir 4 milliar tahun yang lalu.
Penemuan mutakhir yang sedang membludak akibat dari munculnya biologi moderen adalah kemampuan para ahli dalam mengungkap sejumlah misteri kehidupan yang dikategorikan bersifat menantang, seperti adanya rekayasa genetika, kloning, perkawinan silang, pewarisan sifat ( hereditas ), dan sampai pada tahap pembantahan Harun Yahya terhadap teori evolusi yang dikemukakan oleh Carles Darwin. Pembantahan ini sekaligus menutup spekulasi bahwa manusia itu berasal dari seekor kera yang menurut Darwin terjadi karena adanya seleksi alam. Sedangkan penguatan dari teori ini didasarkan pada perbedaan kromozom yang dimiliki oleh manusia dengan spesies hewan alainnya, sehingga sangat mustahil jika pembentukannya terjadi secara gamblang. Buktinya adalah mengapa sampai pada saat sekarang ini masih ada jenis kera yang hidup benua biru ? Bukankah sekian abad yang lalu mereka telah mengalami modifikasi atau terperialisasi menjadi satu bentuk spesies yang lebih maju? Ataukah fenomena ini hanya sebatas pendangkalan sejarah yang tidak bisa kita retaskan keberadaannya, lantaran banyak diantara kita yang masih terdoktrinisasi oleh faham tertentu yang keabsahannya masih diragukan. Dan yang paling memprihatinkan lagi adalah mereka masih hidup dalam keadaan primitif tidak mengalami perkembangan yang cukup berarti, baik dari segi bentuk maupun fungsinya. Uraian di atas kembali memberikan penegasan, bahwa manusia tetaplah berasal dari manusia dan kera tetaplah kera yang berasal dari moyangnya sendiri. Walaupun pada prinsipnya, keduanya hampir memiliki persamaan secara morfologi.
Sehingga dalam menyikapi setiap pokok permasalahan yang pada ujung-ujungnya sering berakhir dijalan kebuntuan yang disebakan karena tidak adanya titik temu yang dapat memisahkan, maka diperlukan adanya telaah khusus yang sifatnya komprehensif. Artinya tidak bersifat secara parsial yang hanya didasarkan pada satu bahan referensi. Metode ini sebagai salah satu bahan rujukan yang dapat dijadikan sebagai tesis dalam rangka mengurangi meluasnya sikap fanatisme pemikiran yang bersifat otoriter. Sebab dalam pandangan praktisi pendidikan kita saja, yang saya kutif dalam bukunya Beliau mengatakan bahwa tantangan terberat yang akan dihadapi oleh dunia pendidikan di era digital seperti sekarang ini adalah sulitnya kita dalam mensintesiskan sebuah landasan teologis yang nantinya dapat diterima secara rasional oleh masyarakat global. Hal ini dikarenakan seringnya terjadi benturan pemahaman yang berbeda-beda dalam memberikan penafsiran terhadap objek yang sedang dikaji. Oleh karena itu pendekatan persuasip yang nilai subtansinya dapat memberikan penguatan terhadap hasil yang dicapai akan tetap dijadikan sebagai bahan variabel guna memberikan kepemahaman yang bersifat subjektif. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam memaknai sebuah pendapat.
Akan tetapi yang menggelitik dan saya pikir sangat menarik adalah ketika sebagian dari perkembangan biotek mutakhir ini dianggap sebagai bagian dari pengrusakan sebuah etika. Sebab dalam kaitannya dengan agama, terkadang pencapaian ini dianggap sebagai pelecehan terhadap syariat islam. Sebut saja misalnya, Kloning, Kb atau Sejenis Bayi Tabung yang selama ini menjadi alternatif dari sekian banyak orang untuk mendapatkan keturunan. Penulis dalam kapasitasnya sebagai pengantar materi, akan tetap menyadari bahwa untuk menguraikan pertanyaan-pertanyaan di atas, sepertinya kita akan diperhadapkan dengan hadirnya ribuan cerita klasik yang tak berujung habisnya. Cerita klasik ini seolah-olah akan menjadi dinding pembatas yang sulit ditembus oleh pandangan logika, sebab dalam penataannya mereka sudah terikat dengan dogma yang nilai subtansinya sudah mampu disejajarkan dengan hasil penemuan ilmiah moderen.
Rekan intelektual muda yang haus dengan sumber pengetahuan. Ada dua contoh kasus yang coba saya angkat terkait dengan sub materi dalam penulisan artikel ini. Mudah-mudahan keduanya bisa menjadi bahan interpretasi dalam merefleksi kembali beberapa pesan moril yang coba kami keterjemahkan dalam bentuk tulisan. Terkait dengan gejolak alam yang sekarang ini sering memperlihatkan batang tajinya, mungkin semua itu banyak mengandung makna namun sangat sulit ditebak.
Seharusnya kita banyak belajar pada hewan
Pernyataan di atas merupakan bahan renungan, sekaligus tamparan bagi kita semua khususnya dalam menyingkap beragam rahasia kehidupan yang penuh dengan misteri terutama yang nampak pada spesies lain selain dari manusia. Makna filosofi yang tersirat di dalamnya sangat menyentuh dengan keberadaan kita sebagai makhluk sosial. Semut dan burung camar misalnya, dua contoh refresentatif yang mewakili sekian banyak spesies ini bisa kita jadikan sebgai contoh teladan. Kedua organisme ini sama-sama memiliki keunikan. Semut walaupun ukurannya sangat kecil tapi mampu memindahkan beban yang ukurannya jauh lebih besar dari berat tubuhnya, sisi ini dapat dilihat dengan semangat kebersamaannya dalam memikul beban yang berat. Sedangkan burung camar ciri khasnya adalah pada musim paceklik, jenis organisme ini rela menyayat tubuhnya sampai darahnya tumpah keluar demi memberi makan kepada anak-anaknya dan tak lama kemudian ia pun akan mengalami kematian. Sungguh sangat luar biasa dalam ukuran jenis hewaniah.
Kemudian contoh refresentatif lainnya yang patut dijadikan sebagai teladan adalah cacing tanah. Walaupun dalam kesehariannya hidupnya hanya dihabiskan di dalam tanah lumpur dan dianggap sebagai hewan kotor, namun justru keberadaannya berguna terhadap manusia yaitu kotorannya dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyubur tanah. Kedua fenomena ini telah memberikan gambaran bahwa hewan dilihat dari segi tingkah lakunya ternyata masih memiliki rasa dehumanisai apatah lagi terhadap sejenisnya . Lalu bagaimana dengan manusia yang memiliki latar belakang sebagai makhluk berpendidikan kelas tinggi ! Bukankah tanggung jawab dan perannya jauh lebih besar ketimbang dengan mereka. Kesemua itu merupakan tanggung jawab yang secara moril telah tersemat di atas pundak kita masing-masing. Sehingga tak khayal jika dikatakan bahwa populasi manusia merupakan khalipatun fil ard yang telah diproklamirkan oleh Allah jauh sebelum kita dilahirkan.
Sains dan tekhnologi juga tak lupa kami jadikan sebagai bahan pengantar dalam penulisan artikel ini terutama terkait dengan munculnya isu pemanasan global. Global Worming hampir setiap harinya menghiasi dinding media, baik media cetak maupun elektronika. Sehingga wacananya begitu menarik untuk terus diperbincangkan di tengah khalayak orang banyak. Betapa tidak kerusakan fatal yang terjadi dalam satu batas teritorial negara akan berimbas buruk terhadap beberapa daerah lainnya termasuk di indonesia. Sehingga hampir dipastikan seluruh negara dibelahan bumi ini akan turut andil dalam usaha mensosialisasikan penanaman seribu pohon dan beberapa tindakan lainnya terkait dengan terjadinya kerusakan alam.. Langkah ini diambil sebagai bahan antisifasi dalam mencegah meluasnya pengrusakan vegetasi alam. Dan adapun beberapa aktivitas manusia yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut :
a. Penebangan hutan secara ilegal
b. Penggunaan gas karbon monoksida ( CO ) secara berlebihan
c. Rusaknya lapisan ozon
d. Dan meningkatnya efek rumah kaca
Penipisan lapisan ozom yang disebabkan oleh adanya pencemaran kloro fluoro karbon ( CFC ), yang digunakan dalam pendinginan ruangan ( AC ), lamri pendingin ( kultas ), dan alat pendingin lainnya. Rusaknya lapisan ozon mengakibatkan munculnya penyakit kanker kulit dan mutasi pada manusia. Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas di atmosfer, maka akan semakin banyak pula panas yang terperangkap di bawahnya. Jika peningkatan suhu bumi ini terus meningkat maka keberadaan ekosistem yang ada di dalamnya akan terancam punah sebab di dalamnya sudah tidak ada lagi keseimbangan
Mengacu pada peningkatan kualitas mahasiswa pendidikan biologi yang makna otentiknya “ menjadikan mahsiswa sebagai barometer dalam mengukur prestasi yang dicapai dalam kehidupan masyarakat. Maka penulis akan memulainya sebuah dengan sebuah pertanyaan : Bagaimana peran mahasiswa biologi dalam kapasitasnya sebagai agen of change dan sosial of control. Dan apa saja yang dapat dilakukan sehingga kehadiran kita di tengah lapisan masyarakat tidak menjadi sampah yang mubazzir khusunya daerah sul-sel ! Pertanyaan ini sangat mendasar sebagai langkah awal dalam menapak sepak terjang,. sejauh mana kita berbuat untuk negara Sejalan dengan itu nafas dari perjuangan mahaiswa adalah harus dilandasi dengan tindakan nyata sesuai dengan semangat yang diwariskan oleh para pendahulu kita bukan Cuma nyanyian senda gurau.
Mahasiswa merupakan Agent of Community Enpowerment, harus terlibat dalam pemecahan masalah pembangunan daerah dan nasional untuk kesejahteraan masyarakat dan harus mendapatkan pengalaman empirik untuk mengelola pemecahan masalah pembangunan daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa juga merupakan aset bangsa sehingga dituntut untuk kritis, akomodatif, responsif, dan reaktif. Paling tidak dapat menjadi problem solver terhadap permasalahan pembangunan. Selain itu, mahasiswa sebagaiAgent Of Change sepatutnya  memiliki semangat bekerja dan cita-cita tinggi untuk sukses dalam berbagai hal. Apa lagi memasuki era globalisasi ini, mahasiswa lebih dituntut agar mampu mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki daya saing yang tinggi dalam masyarakat. Hal ini dimaksudkan untuk mengabdikan diri ketika berada di dunia masyarakat yang jumlahnya jauh lebih kompleks dibanding dengan dunia kampus yang jumlah presetasenya jauh lebih kecil.
Pembangunan mahasiswa mempunyai peran strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi negara yang berkualitas. Mahasiswa merupakan generasi penerus, penanggung jawab dan pelaku pembangunan masa depan. Kekuatan bangsa di masa mendatang tercermin dari kualitas sumber daya mahasiswa saat ini. Untuk itu, mahasiswa harus disiapkan dan diberdayakan agar mampu memiliki kualitas dan keunggulan daya saing guna menghadapi tuntutan, kebutuhan, serta tantangan dan persaingan di era global terutama dalam bidang ekonomi. Untuk membentuk mahasiswa yang memiliki nilai integritas dan senantiasa bersikap loyalitas diperlukan sebuah wadah yang dapat menaunginya. Wadah yang kami maksud disini adalah sejenis badan usaha yang dapat digeluti sehingga nantinya dapat memberikan kepuasan terhadap diri sendiri maupun orang lain bukan malah sebaliknya yaitu terlena dengan kehidupan ala barat-baratan yang ditandai dengan munculnya sikap hedonisme yang merupakan warisan kaum kapitalisme. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari hanya segelintir orang yang mau berusaha secara kolektif dengan mencoba mengasah kemampuan, memeras otak dan keringat agar kelak bisa membangun ekonomi bangsa khususnya daerah sulawesi selatan.
Mahasiswa Sebagai Aktor
Berkaca pada pepatah melayu lama, sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Maka tentunya perlu dibentuk kesadaran kolektif terhadap bangsa ini mengenai eksistensi, kemandirian dan harga diri bangsa. Artinya, mahasiswa semestinya menjadi pionir-pionir dalam praktik ekonomi bangsa. Misalnya menjadi calon entrepreneur muda yang tangguh di kalangan mahasiswa yang mampu membangun usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan bekal kemampuan berwirausaha, di saat lulus nanti mahasiswa akan siap untuk terjun menghadapi dunia bisnis. Bukan hanya semasa mahasiswa, selepas kuliah nanti peran sebagai pionir semestinya tetap dilakukan Dengan adanya pionir-pionir ini yang seiring dengan waktu diharapkan semakin banyak, masyarakat yang dapat disejahterakan dan ikut secara langsung berperan bagi ekonomi bangsa. Dalam mengembangkan perannya sebagai actor dalam memajukan ekonomi bangsa, mahasiswa harus mengasah berbagai kemampuan yang dimilikinya, diantaranya adalah menjadi motifator, membiasakan diri bekerja secara ekstra, tekun, ulet, dan pantang menyerah dan yang terakhir adalah menguasai bidang tekhnologi moderen. Sebab tak dapat dipungkiri keberhasilan seseorang dalam level moderenisasi tak lepas dari peran ilmu dan tekhnologi. Intinya pengetahuan akan informasi akan turut andil dalam memajukan prestasi mahasiswa apa pun itu bentuknya.
Mahasiswa sebagai motivator
Bentangan alam yang begitu luas dan kaya dengan sumber daya alam menjadikan negara ini sebagai negara besar dengan jumlah vegetasi alam yang melimpah ruah. Pelaksanaan otonomi daerah yang selama ini masih dianggap kurang maksimal telah menjadikan pembangunan ekonomi terutama di daerah-daerah kecil sering terhambat. Akibatnya muncul rasa putus asa terutama pada masyarakat yang sering mengalami kegagalan dalam usaha peningkatan taraf hidupnya. Disinilah diperlukan motivasi terus-menerus, terutama para mahasiswa untuk tidak mudah putus asa dalam membangun ekonomi bangsa yang dimulai dari masyarakat kecil dahulu, seperti dalam membentuk usaha-usaha kecil menengah (UKM). Sebagai generasi intelektual yang berkompeten, mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif untuk mendorong pembangunan perekonomian di pedesaan. Terutama dengan disiplin ilmu yang dimilikinya selama berada dibangku kuliah, mampu menjadi modal memotivasi masyarakat agar bekerja keras membangun desa. Sebab selain berperan sebagai motivator dan fasilitator, mahasiswa juga dipandang sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki reputasi baik, maka dituntut untuk selalu bersikap kristis dalam proses pembangunan ekonomi. Jadi, penekananya adalah sebelum terjun ke masyarakat terutama dalam hal menjadi motivator hendaknya mahasiswa memiliki sejumlah kriteria, antara lain, memiliki kemampuan memanejemen organisasi, leader shif, kapasitas, kecakapan ( skill ) dalam berkomunikasi. Sedangkan faktor pendukung lainnya adalah memiliki pengetahuan ( wawasan ), pengalaman ( experience ), kemampuan menggalang solidaritas, dan kemampuan dalam memecahkan masalah.
Mahasiswa sebagai garda terdepan
Sesuai dengan ruang lingkupnya mahasiswa biologi memiliki peran sentral dalam memajukan ekonomi bangsa. Salah satunya dengan berusaha mealakukan penelitian terhadap beberapa hal yang dianggap urgen sesuai dengan konsepnya yaitu : pengembangan tekhnologi moderen, kesehatan dan sampai pada pengenalan tempat-tempat wisata yang ada di sul-sel. Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan sekaligus sebagai bahan promosi tentang keragaman budaya yang ada ditanah air kita. Akses ini akan memberikan banyak peluang kepada investor asing untuk berkunjung ke tempat yang dimaksud. Dan sebaliknya pemerintah juga tidak boleh tinggal diam dalam melihat kreasi mahasiswa yang coba dikembangkannya. Paling tidak dengan memberikan apresiasi, baik dalam bentuk uluran dana, fasilitas, maupun penghargaan secara moril. Apresiasi ini akan memberikan efek positif terhadap perkembangan mental mahasiswa Sebab secara tidak langsung akan dapat memacu semangatnya untuk senantiasa mencari terobosan baru dalam menciptkan lapangan. Penciptaan lapangan kerja ini sangat penting dalam rangka mengurangi jumlah pengangguran.


Karya  M. Nahir
Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Alauddin semester V Angkatan 2009

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Biologi Online yang diadakan oleh Biologi News dan Di sponsori Oleh Idblognetwork dan Blogger Nusantara

Sabtu, 07 Januari 2012

Peran Ilmu Biologi Bagi Kemajuan sulawesi Selatan

Peran Ilmu Biologi Bagi Kemajuan sulawesi Selatan - Ilmu Biologi merupakan pengetahuan secara sistematis terhadap dunia sekeliling telah banyak disusun oleh para pendahulu ilmuwan di seluruh dunia yang terhimpun dalam rumpun ilmu hayati dan terbagi menjadi dua bagian yaitu segi murni yang menitik beratkan pada pengetahuan dan segi terapan yang menitik beratkan pada perbuatan Ilmu murni hayati disebut Ilmu Biologi dan segi terapan seperti pertanian, perikanan, peternakan dan sebagainya. Biologi adalah bagian dari life science bersama dengan ilmu kedokteran.
Saat sekarang biologi telah berkembang menjadi cabang ilmu seperti Anatomi, Sitologi, Ekologi, Embriologi, Evolusi, Genetika, Morfologi, Fisiologi dan Taksonomi dan lain-lain. Selain itu tidak menutup hubungan dengan ilmu terapan dalam rumpun hayati tersebut dan justru segi terapan banyak memanfaatkan temuan-temuan dari segi ilmu murni.
Perkembangan semua ilmu kususnya pendidikan biologi sangat cepat dan hal ini menjadi semacam perlombaan di negara maju untuk memperoleh kesejahteraan dan kenyamanan manusia-sosialnya. Contoh yang dikemukakan dalam hal biologi adalah kloning domba, terlepas dari sifatsifat kelemahannya sebagai hasil teknologi yang telah disokong oleh berbagai cabang
ilmu murni dalam rumpun hayati.
Dan bukan hanya di negara maju yang di sebutkan penulis di atas, namun saat ini Biologi News tidak ketinggalan , dia juga mengadakan lomba menulis terkhusus untuk mahasiswa pendidikan Biologi UIN Alauddin Makassar dengan dengan tema” peran mahasiswa Biologi bagi kemajuan Sulaesi selatan.”
Sebelum melangkah lebih jauh mengulas megenai peranan mahasiswa biologi disulawesi selatan, terlebih dahulu kita harus ketahui perkembangan ilmu biologi yang terjadi disulawesi selatan seperti apa…
1. Perkembangan Ilmu Biologi di Sulawesi-Selatan???
Dari beberapa cabang ilmu biologi yang terdiri dari :
a) Anatomi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk susunan tubuh makhluk hidup.
b) Bakteriologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk bakteri dan kehidupannya.
c) Biologimolekuler
d) Botani – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk tumbuhan dan kehidupannya.
e) Ekologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk makhluk hidup dengan lingkungan alam tempat tinggalnya (habitat).
f) Embriologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk pengkembangan suatu organisme semenjak berbentuk telur hingga menjadi embrio.
g) Entomologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk serangga beserta kehidupannya.
h) Evolusi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk perkembangan makhluk hidup mulai dari bentuk yang sederhana hingga yang kompleks.
i) Fisiologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk proses serta kegiatan yang dilakukan oleh makhluk hidup.
j) Genetika – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk penurunan sifat suatu makhluk hidup kepada keturunannya.
k) Higien – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk pemeliharaan kesehatan manusia.
l) Histologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk susunan serta fungsi bagian-bagian yang ada pada jaringan makhluk hidup.
m) Mikrobiologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk organisme renik (mikro) serta kehidupannya.
n) Palaeontologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk kehidupan makhluk hidup di masa lalu serta kehidupannya dengan mempelajari fosil yang berasal dari masa lampau.
o) Parasitologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk parasit, baik pengaruh terhadap makhluk hidup lainnya maupun kehidupannya.
p) Sitologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk susunan serta fungsi bagian-bagian yang ada pada sel makhluk hidup.
q) Virologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk virus, baik pengaruh terhadap makhluk hidup lainnya maupun kehidupannya.
r) Zoologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk hewan serta kehidupannya.
s) Patologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit pada makhluk hidup
t) Hortikulutr, yang mempelajari tentang budidaya tanaman.
Khusus untuk Sulawesi Selatan dari pengamatan saya, perkembangan ilmu bioogi saat ini masih sedikit sekali jumlah ahli biologi yang menekuni kajian ilmu pendidikan biologi tertentu, namun untuk pengembangan ilmu biologi sudah banyak di temukan dalam berbagai bidang di kawasan masyarakat sulaesi selatan, di antaranya:
1) . bidang pertanian,
Dahulu sebagian besar petani hanya mengetahui cara-cara bertani yang sederhana/tradisional, yakni hanya mencangkul tanah kemudian menanaminya tanaman yang diinginkan lalu disirami dengan air secukupnya. Namun hasil yang didapatkan tidak terlalu memuaskan, jika hal ini tidak di perbaiki maka kebutuhan masyarakat akan pangan tidak akan tercukupi secara maksimal.
image
Karena berkat kemajuan ilmu biologi dan teknologi sekarang ini yaitu Hortikultura masyarakat pada khususnya telah banyak mengetahui bagaimana cara memilih bibit tanaman yang unggul?, bagaimana cara membeli pupuk yang di perlukan?, serta bagaimana cara memberantas hama dengna peptisida dan insektisida dengan maksud meningkatkan kualitan dan kuantitas hasil panennya. Berdasarkan hasil wisata ilmu yang dilakukan oleh mahasiswa pendidikan biologi UIN Alauddin Makassar, Hal ini telah di lakukan oleh masyarakat sulawesi selatan daerah kab Sinjai, kecamatan sinjai barat dengan mengembangkan tanaman hortikultur yang terdiri dari sayur-sayuran (kentang, sawi, kol, tomat dan lain-lain), buah-buahan (seperti markisa) dan tanaman hias, selain itu hortikultur ini juga telah berkembang di kota enrekang sulaesi selatan semua itu merupakan pengembangan ilmu dari biologi.
2) Bidang perikanan
Ikan, baik yang hidup di air tawar maupaun di air laut merupakan organism air yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan. dari segi perkembangan ilmu biologi di bidang perikanan yaitu terlihat dengan pelestarian ekosistemnya dengan membudidayakan ikan-ikan di dalam tambak. Dari bulan 10 oktober 2011 kemarin, mahasiswa pendidikan biologi UIN Alauddin Makassar ini sempat mengunjungi balai budidaya ikan di kab. takalar sulaesi selatan. Berdasarkan hasil perbincangan yang telah dilakukan untuk budidaya ikan di tempat tersebut mengatakan bahwa budidaya di sini terdiri dari ikan bandeng, ikan kerapu, ikan nila dan banyak lagi, dan menurutnya ini embutuhkan ilmu khusus seperti biologi, tentang bagaimana cara perkembangbiakannya. Ini membuktikan bahwa untuk daerah sulaesi selatan perkembangan ilmu biologi sudah lumayan
Keramba ikan kerapu, Takalar sulaesi selatan
image
3) Bidang industry
Dulu, pada umunya manusia , manusia hanya mengambil sesuatu dari lingkungan langsung dimanfaatkan untuk kehidupan. Misalnya buah-buahahan langsung dipetik dan dimakan. namun setelah berkembangnya ilmu biologi, khususnya pada cabang botani, biokimia, mikrobiologi dan bioteknologi, manusia telah berhasil mengubahan makanan menjadi bahan industry.
Dengan berkembangnya mikrobiologi, telah diketahui berbagai struktur dan sifat-sifat berbagai mikroba baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Setelah ditemukaannya bakteri Lactobacillus yang sifatnya bermanfat pada manusia dan dapat dibuat menjadi yougurt maka berkembanglah industry yougur yang terbuat dari susu. Dan sekarang untuk daerah sulaesi selatan Khususnya di kabupaten sinjai telah berkembang pengelolahan susu dari sapi perah dengan melibatkan mikroorganisme. Jenis susu ini telah beredar khususnya di kabupaten sinjai dengan nama SUSIN ( Susu segar Sinjai)
2. Peran Mahasiswa Biologi Di lingkungan Alam dan Masyarakat Khususnya Sulawesi Selatan
Sekarang ini melihat keadaan sulaesi selatan realitas kualitas lingkungan cenderung menurun dilihat kasus-kasus event banjir, tanah longsor dan cuaca yang tidak menentu. Tuntutan era globalisasi sekarang adalah pemahaman yang baik terhadap teknologi dan ilmu yang mendasari pengetahuan terapan.
Event cuaca yang tidak menentu dari segi ilmu biologi adalah berkurangnya vegetasi di semua biome khususnya terestrial seperti hutan.Hubungan logis yang dicapai saat ini (hypotheses) adalah ketiadaan transpirasi oleh vegetasi hutan mengakibatkan berkurangnya tekanan udara yang selanjutnya menimbulkan aliran udara yang sangat hebat seperti badai. Siklus hidrologi tidak normal seperti daya tampung tanah terhadap resapan air tanpa tumbuhan menjadikan aliran air lebih banyak run off di permukaan. Sumber air berkurang oleh adanya siklus hidrologi terganggu, yaitu berkurangnya pepohonan yang mempunyai ciri struktur percabangan yang mengalirkan air hingga batang dan akar, selanjutnya berkurangnya kanopi sehingga evaporasi tanah lebih besar; dibanding puluhan tahun sebelumnya. Jenis pepohonan masing-masing mempunyai ciri khusus untuk mengalirkan air hujan seperti apakah percabangan mengarah ke atas atau ke bawah. Setiap benda hidup dan tak hidup akan berinteraksi dengan alam sekitarnya. (ini merupakan konsep biologi integrall).
Melihat Fenomena atau keadaan sekarang yang terjadi di sulaesi selatan Banyak kerusakan timbul akibat ulah manusia sendiri seperti yang dijelaskan di atas. “Adaptasi untuk bertahan ini bukan semata urusan konservasi. Namun dibutuhkan kepedulian semua pihak baik dari kalangan mahasiswa (i), pemerintah dan masyarakat sulaesi selatan untuk berpasrtisipasi dalam menangani hal tersebut. Nah melihat dari beberapa fenome di atas” sebagai mahasiswa yang bergelut di dunia pendidikan biologi harus punya tenggung jawab terhadap lingkungan alam kususnya di sulaesi selatan.
Kerusakan lingkungan yang terjadi sekarang ini di sulawesi selatan khususnya di area kota termasuk Makassar dan sekitarnya, karena kekurangnya kepedulian masyarakat,. “bahkan banyak akademisi yang tahu telah terjadi kesalahan nyata di sekitarnya, tetapi tidak mau merealisasikan pengetahuannya menjadi kebenaran nyata”. Nah melihat hal itu,peran mahasiswa pendidikan biologi (i) di sini sebagai orang yang tahul keadaan alam dengan banyak belajar teori di bangku kuliah, harus selalu tanggap dan mampu mengaplikasikan ilmu biologi yang didapatkan terhadap berbagai kekeliruan dan menggali akar masalahnya, kemudian mengintoduksikan kepada masyarakat yang keliru. Misalnya mengadakan seminar-seminar mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang bertaraf nasional, atau internasional dan dilakukan pada tiap daerah khususnya daerah sulaesi selatan, sehingga masyarakat yang di anggap masih keliru dapat lebih menambah wawasan tentang betapa pentingnya lingkungan itu bagi kehidupan, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Bersabda:
Sesungguhnya Allah senang jika salah seorang diantara kamu mengerjakan suatu pekerjaan dengan tekun” (Hadist riwayat Baihaqi). Tekun dalam hal ini adalah memperoleh dan menguasai Ilmu Biologi, kemudian mengaplikasikannyaa di dunia nyata, seperti melakukan penghijaun.
Melihat dari fenomen alam yang ada di sualesi selatan, salah hal yang harus di programkan oleh mahasiswa pendidikan biologi untuk lingkungan alam yang sehat yaitu dengan melakukan penghijaun yang bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah sul-sel, seperti yang baru-naru saja dilakukan oleh mahasiswa(i) pendidikan Biologi UIN aalauddin Makassar yang telah melakkan gerakan penanaman 1000 pohon bakau (Mangorove) di sulaesi selatan yaitu JENEPONTO beberapa bulan yang lalu.
image
Hutan Mangrove ini memberikan perlindungan kepada berbagai organisme baik hewan darat maupun hewan air untuk bermukim dan berkembang biak. Hutan Mangorove dipenuhi pula oleh kehidupan lain seperti mamalia, amfibi, reptil, burung, kepiting, ikan, primata, serangga dan sebagainya. Selain menyediakan keanekaragaman hayati (biodiversity), ekosistem Mangorove juga sebagai plasma nutfah (geneticpool) dan menunjang keseluruhan sistem kehidupan di sekitarnya. Habitat Mangorove merupakan tempat mencari makan (feeding ground) bagi hewan-hewan tersebut dan sebagai tempat mengasuh dan membesarkan (nursery ground), tempat bertelur dan memijah (spawning ground) dan tempat berlindung yang aman bagi berbagai ikan-ikan kecil serta kerang (shellfish) dari predator.
Dengan adanya penghijauan memiliki beberapa fungsi dan peranan dalam kehidupan dianataranya:
· Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan
· Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar;
· Pencipta lingkungan hidup (ekologis); (4) Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya;
· Perlindungan (protektif), terbadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu);
· Keindahan (estetika);
· Kesehatan (hygiene); (8) Rekreasi dan pendidikan (edukatif;
· Sosial politik ekonomi.
Menciptakan hutan kota berfungsi untuk memberikan hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim. Jika hutan tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan antara lain menciptakan ikIim mikro, engineering, arsitektural, estetika, modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional.
Jadi, sebenarnya ketika kita melihat perananan sebagai mahasiswa pendidikan biologi terhadap lingkungan alam, sangat banyak yang harus kita lakukan sebagai wujud kepedulian kita terhadap kemajuan sulaesi selatan
Terkait dari pembahasan di atas mulai dari perkembangan ilmu biologi khususnya Sulawesi selatan, maka hal-hal yang dapat dilakukan demi kemajuan perkembangan ilmu biologi di Sulawesi selatan diantaranya, adalah:
1. Inisiatif Biologi Baru mampu menyediakan kesempatan untuk menarik Siswa, mahasiswa dan umum untuk Ilmu yang Ingin Memecahkan Masalah Dunia Nyata
2. Sebagai mahasiswa pendidikan biologi UIN Aalauddin Makassar lebih Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan ilmu biologi yang dimiliki
3. Pengembangan dan Implementasi Program Sarjana Benar-benar Interdisipliner dan kurikulum akan kedua mempersiapkan siswa, mahasiswa untuk karir sebagai ilmu Biologi Baru dan mampu mendidik generasi baru di Sulawesi selatan
4. Persiapan dari guru ilmu pengetahuan khususnya ilmu biologi di masa depan harus menjadi tanggung jawab bersama antara fakultas di departemen ilmu pengetahuan dan sekolah pendidikan yang ada disulawesi selatan untuk mencetak tenaga atau ahli pendidik yang lebih profesional.
Selain itu, Dari pihak pemerintah Sulawesi selatan memberi peluang bagi mahasiswa biologi untuk mengaplikasikan ilmu yang ada misalnya, memeberi lowongan perkerjaan terkait dengan bidang biologi yang dimiliki. seperti yang saya kutip di atas bahwa perkembangan ilmu biologi Sulawesi selatan saat ini yaitu masih sangat kurang ahli biologi yang menekuni bidang-bidang tertentu, sehinngga jika ada hal yang berkaitan dengan ilmu biologi mesti harus ke negeri tetangga untuk menyelesaikannya.


Penulis Rismayana
Mahasiswa Biologi UIN Alauddin Makassar
Artikel INI diikutkan Dalam Lomba Menulis Biologi Online Yang Diadakan Oleh Biologi News
disponsori Oleh Idblognetwork dan Blogger Nusantara

Jumat, 30 Desember 2011

Peran Mahasiswa Biologi Bagi Kemajuan Sulawesi Selatan.

Di era modern ini, gelombang ilmu pengetahuan semakin besar. Apabila tidak diimbangi dengan langkah kedepan untuk mengejar ketertinggalan informasi maka kita semua akan semakin terombang ambing dan akan membuat ilmu pengetahuan kita akan semakin tertinggal jauh dibelakang Khususnya dibidang ilmu pengetahuan alam di Sulawesi Selatan dan spesifiknya ilmu biologi. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa biologi merupakan ilmu yang menyangkut tentang makhluk hidup dan yang ada disekitarnya.

Perkembangan Ilmu biologi yang ada di Sulawesi selatan bisa kita lihat dari berbagai macam kegiatan yang telah diselenggarakan oleh pemerintah, seperti “Go Green”. Kegiatan Go Green ini merupakan salah satu kegiatan yang peduli akan keadaan lingkungan yang ada didaerah Sulawesi Selatan. Dengan mengajak masyarakat untuk menanam pohon bisa meredam arus global warming yang melanda bumi kita sekarang ini. Berbagai Objek wisata yang berhubungan dengan Ilmu Biologi yang ada di Sulawesi selatan bisa kita jumpai salah satunya di Banti Murung. Disana dijumpai habitat yang ideal berbagai spesies kupu-kupu, burung dan serangga langka. Dari 150 jenis kupu-kupu diantaranya ditemukan spesies Papillo Androcles dan merupakan spesies kupu-kupu yang langka.

Ditinjau dari segi kemajuan Ilmu Biologi di Sulawesi selatan ini membuat kita teringat dengan ceritera Ken Vos (2001) dalam artikelnya yang berjudul The Compotition of the Siebeld in the National Museum of Technology in Leiden, dia mengungkapkan bahwa perkembangan museum di dunia sangat dipengaruhi oleh kemajuan ilmu hayati di abad ke-19. Vos mengisahkan bahwa Siebold, seorang ilmuan berkebangsaan Belanda yang bekerja pada The Royal Cabinet of Raritiesâs merupakan sebuah instuisi museum dan pengkajian benda-benda seni dan kebudayaan Asia pertama d di Belanda koleksi-koleksinya yang memamerkanua kepada Publik, pernah membuat terobosan yang radikal dalam dunia permuseuman. Dia melakukan metode taksonomi dengan memberi pelabelan dari masing-masing benda-benda purbakala yang telah dipilah-pilah.

Hingga kini praktik Siebold ini masih diterapkan dalam praktik berbagai museum yang ada di dunia. Kisah ini memberikan bukti bahwa ilmu Botani, yang merupakan cabang disiplin ilmu Biologi, memberi sumbangan yang berarti untuk dunia permeseuman dari dua generasi. Meninjau hal ini membuat kita berfikir bahwa kemajuan ilmu Biologi yang ada di Sulawesi Selatan harusnya ditunjang juga dengan adanya Museum Biologi dan adanya sebuah wadah yang menampung berbagai macam spesies yang bisa kita jadikan sebagai tempat penelitian bagi para Mahasiswa Biologi yang ada di Makassar khususnya Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Alauddin Makassar. Tentunya dengan hadirnya Museum atau wadah seperti “Kebun Biologi” yang menampung berbagai macam spesies tanaman ataupun hewan akan semakin mempermudah proses penelitian dan kita tidak perlu lagi mempergunakan otak kiri kita untuk berfikir, sementara otak kanan yang kapasitasnya 2,3 juta bit dibiarkan kadaluarsa tanpa dipergunakan. Kita tidak akan pernah berkembang apabila hanya meneliti hasil penelitian dari orang lain, meneliti hasil penelitian dari orang lain selama ini yang telah dilakukan oleh Mahasiswa Biologi, itu disebabkan karena kurangnya wadah sehingga kita masih berfikir dengan menggunakan otak kiri yang notabenenya hanya bisa menampung 7-9 bit data saja. Jadi Mahasiswa BIologi itu harus kreatif mempergunakan otak kanannya dalam rangka kemajuan Ilmu Biologi yang ada di sulawesi selatan khususnya untuk mahasiswa Biologi UIN Alauddin Makassar.

Jadi Perkembangan Ilmu Biologi yang ada di Sulawesi selatan ini sangat ditunjang dengan adanya fasilitas yang telah disebutkan sebelumnya. Dewasanya ilmu Biologi di Sulawesi selatan ini semakin meningkat jika pengaplikasiannya semakin didisiplinkan. Sehingga pada akhirnya Mahasiswa Biologi akan sangat berperan penting dalam lingkungan Alam dan Masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan. Akan ada era di mana Mahasiswa Biologi merupakan salah satu penunjang terbaik bagi kemajuan lingkungan hidup di daerah Sulawesi Selatan ini. Jadi marilah kita menjadi Mahasiswa Biologi yang Cerdas dan berintelektual dalam membangun dan mempertahankan panorama keindahan daerah serta mengembangkan kemajuan dalam potensi alam raya dan lingkungan hidup di daerah Sulawesi selatan kita ini. Sehingga hidup akan seindah panorama Bukit Baria dan sekokoh Gunung Lompobattang serta setegar kapal Phinisi yang dihempas oleh gelombang namun tak jua dia karam di lautan asah. Life Is So Green…

Karya Nur Samawiah (Angkatan 2010)

Semester 3

BIO 4

Wiah_bone@yahoo.co.id

Tulisan Ini dikutsertakan Dalam Lomba Biologi Yang Diadakan Oleh Biologi News dan Di Sponsori Oleh Idblognetwork.com Dan Bloggernusantara.com

Senin, 26 Desember 2011

Lomba Biologi : Menulis Artikel Berhadiah Modem GSM

Biologi News
          Lomba Biologi – Untuk memberikan Semangat kepada mahasiswa Biologi untuk  berkreativitas lewat tulisan, di akhir tahun ini Biologi News kan mengadakan lomba menulis biologi online. Peserta lomba adalah Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Alauddin Makassar.

Tema   : Peran Mahasiswa Biologi Bagi Kemajuan Sulawesi Selatan
    • Persyaratan :
    1. Lomba ini bebas diikuti oleh seluruh mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Alauddin Makassar mulai dari semester 1-7. Dan juga yang pernah menjadi Mahasiswa Pendidikan Biologi di UIN Alauddin Makassar .
    2. Membuat Artikel dalam bahasa Indonesia minimal 300 kata sampai tak terbatas  kata dengan gaya bahasa yang digunakan bebas-santai-sopan, tidak harus formal/EYD.
    3. Tidak boleh mengandung unsur pornografi, sara, dan suku.
    4. Peserta wajib membuat artikel dengan tema “ Peran Mahasiswa Biologi Bagi Kemajuan Sulawesi Selatan” . Artikel/tulisan yang dibuat harus dapat menjelaskan 3 pertanyaan berikut ini :
             a. Bagaimana perkembangan Ilmu Biologi Di Sulawesi Selatan?
             b. Apa peran  Mahasiswa Biologi di lingkungan Alam dan Masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan?.
              c. Apa saja hal-hal yang dapat  memajukan perkembangan ilmu Biologi Di sulawesi Selatan?
    5.  Tulisan harus Memuat minimal 2 kata berikut ini : Pendidikan Biologi, Ilmu Biologi, Mahasiswa Biologi, Pendidikan Biologi UIN alauddin makassar, Sulawesi Selatan.
    6. Artikel dilarang keras copy-paste dari peserta lainnya.
    7. Pendaftaran artikel dimulai tanggal 27 Desember 2011 dan ditutup 7 Januari 2012 (23.59 WITA). (Biaya Pendaftaran Gratis)
    8. Tulisan dikirim dengan format  office (.doc) dan di kirim ke email panitia fitrahalanshoriastrias@rocketmail.com cc rudi.yanto69@yahoo.com dengan subjek : Lomba Biologi. Setelah Itu peserta mendaftarkan dirinya disini
    9. Artikel yang masuk ke email panitia akan Di pasang di Blog Biologi News dengan mencantumkan penulisnya.
    Kriteria Penilaian :
    Kriteria penilain untuk memenangkan Hadiah adalah sebagai berikut
    1. Kesesuai isi tulisan dan tema.
    2. Dapat menjelaskan seluruh Poin 4 bagian a,b,c
    3. Setiap peserta dapat  mengirimkan lebih dari 1 tulisan tapi hanya boleh memenangkan 1 hadiah.
    4.  - 27 Desember 2011 – 7 januari 2011 (Masa Pengiriman Artikel)
          - 8-9 Januari  2011( Masa Penjurian)
          - 10 Januari 2011 (Pengumuman Pemenang dapat dilihat di  blog Biologi News)
    5. Keputusan Juri Tidak Dapat di ganggu Gugat. Peraturan dapat Berubah Sewaktu-Waktu
    Juri :
    Rudiyanto Zainuddin , Fitrah Al Anshori dan dosen dari Biologi
    Hadiah :
    -Hadiah Utama Berupa 1 Buah Modem GSM Persembahan dari Idblognetwork.com dan     Bloggernusantara.com
              - 30 Artikel Terbaik Akan Mendapatkan Baju Kaos Eksklusif Persembahan dari Biologi News  (Gambar Bajunya Masih dalam tahap Pembuatan)Idblognetwork.com dan     Bloggernusantara.com

    Kegiatan INI sepenuhnya Di dukung Oleh .Idblognetwork.com dan     Bloggernusantara.com