Tampilkan postingan dengan label Enzim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Enzim. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 November 2013

Pengertian protease

Sebuah protease adalah anggota dari kelompok yang sangat besar enzim yang memiliki berbagai fungsi dalam tubuh. Yang utama adalah sebagai enzim pencernaan untuk memproses protein. Tanpa protease, tubuh tidak akan mampu mencerna protein dalam makanan. Jenis lain dari protease yang terlibat dalam regulasi peristiwa selular, seperti pembekuan darah. Ini juga disebut enzim proteolitik atau proteinase

Rabu, 20 November 2013

Hubungan Enzim dan substrat

Enzim dan substrat terkait dengan dua cara utama karena mereka sering berinteraksi satu sama lain dalam proses biologis. Pertama, enzim dan substrat sering khusus bagi satu sama lain, memiliki bentuk gratis yang memungkinkan mereka untuk mengikat. Kedua, enzim dapat mengubah substrat dengan katalis reaksi kimia atau memodifikasi struktur. Bersama-sama mereka menjalani transformasi, termasuk

Jumat, 08 November 2013

Pengaruh suhu pada Aktivitas Enzim

Enzim dan suhu dapat bekerja sama untuk memungkinkan sesuatu, reaksi yang diperlukan untuk terjadi lebih cepat dari seharusnya tanpa kehadiran enzim. Dengan meningkatnya suhu, enzim dan substrat - nama yang diberikan untuk reaktan dalam reaksi enzim - bertabrakan lebih sering sehingga enzim memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengkatalisis reaksi. Fenomena ini meningkat sampai suhu optimum

Senin, 14 Oktober 2013

Apa Itu Glikogen sintase

Glikogen sintase adalah salah satu dari banyak enzim yang ditemukan dalam tubuh manusia. Enzim merupakan jenis protein yang bekerja untuk mengkatalisasi, atau mempercepat, berbagai reaksi kimia dalam tubuh. Glikogen sintase membantu mengubah glukosa, atau gula darah, menjadi glikogen. Glukosa adalah gula sederhana yang digunakan oleh sel-sel tubuh untuk membuat energi. Glikogen adalah karbohidrat

Senin, 30 September 2013

Apa Itu Enzim Hidrolase

Hidrolase adalah istilah yang sering digunakan dalam biokimia. Hal ini mengacu pada kelas khusus enzim yang bekerja untuk mengontrol proses hidrolisis dalam tubuh. Hidrolisis pada dasarnya adalah reaksi kimia yang terjadi ketika sebuah molekul air bekerja untuk terpecah menjadi molekul lain di dalam tubuh. Ada banyak jenis hidrolase dalam tubuh manusia, masing-masing menyebabkan reaksi yang

Jumat, 27 September 2013

Apakah Efek dari Amilase pada Pencernaan?

Efek dasar amilase pada pencernaan adalah kerusakan pada ikatan dalam pati ke disakarida yang lebih kecil, maltosa, yang selanjutnya dipecah di usus kecil menjadi glukosa tubuh dapat menyerap. Tanpa amilase, banyak orang mengkonsumsi karbohidrat tidak akan diproses dan jumlah energi orang bisa secara dramatis akan terbatas. Hal ini membuat amilase salah satu enzim pencernaan yang paling penting.

Kamis, 26 September 2013

Enzim Amilase pada Pencernan Manusia

Enzim Amilase pada manusia merupakan enzim pencernaan yang memecah pati menjadi gula. Hal ini diproduksi terutama di pankreas dan kelenjar ludah. Berbagai bentuk enzim ini diproduksi oleh sejumlah hewan yang bergantung pada pati untuk bagian dari makanan mereka. Tanpa konversi dengan amilase, energi yang terbungkus dalam pati tidak akan tersedia bagi tubuh untuk digunakan. Pengujian dapat

Rabu, 25 September 2013

Apa Itu Enzim DNA?

Enzim DNA bertanggung jawab untuk proses replikasi sel. Mereka adalah protein yang berbeda yang menyalin kode genetik untuk menghasilkan sel-sel baru. Dalam beberapa kasus, enzim DNA juga dapat digunakan untuk memperbaiki atau mengoreksi untai DNA. Enzim dapat diperoleh untuk mereplikasi untai DNA secara artifisial dan biasanya dikelompokkan ke dalam keluarga.



Sel menggunakan enzim untuk

Jumat, 30 Agustus 2013

Mengenal Enzim hati

Enzim hati adalah protein yang terletak di hati yang mempercepat laju reaksi kimia untuk membuat mereka layak. Hati adalah area utama detoksifikasi dalam tubuh dan memetabolisme banyak obat dan senyawa yang masuk ke sistem tubuh. Itu juga merupakan sumber dari banyak glukosa yang disimpan untuk energi. Sebuah enzim hati memecah polimer glukosa kompleks menjadi unit individu glukosa yang

Minggu, 25 Agustus 2013

Mengenal Pengertian Polimerase

Polimerase adalah jenis enzim yang ditemukan dalam sel-sel yang terlibat dalam polimerisasi polinukleotida, atau penciptaan molekul DNA atau RNA. Enzim adalah protein kompleks yang mengambil bagian dalam reaksi kimia dalam sel, sementara sisanya tidak berubah setelah reaksi. Kebanyakan enzim mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan untuk reaksi untuk terus maju, disebut energi aktivasi. Jenis

Rabu, 21 Agustus 2013

Apa Itu Enzim Lipase

Lipase adalah kelas turunan dari enzim esterase enzim yang mengkatalisis pemecahan lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim larut dalam air di alam dan hidrolisis dilakukan pada ikatan kimia ester. Substrat yang diperlukan untuk tindakan lipase substrat lipid tidak larut air. Hal ini memainkan peran kunci dalam proses pencernaan dan transportasi lipid. Human Pankreas Lipase (HPL) bertindak

Senin, 29 Juli 2013

Perbedaan Amilase dan Lipase


Enzim dapat sangat sederhana didefinisikan sebagai protein katalitik. Semua enzim adalah protein, namun semua protein bukanlah enzim. Katalis adalah zat yang meningkatkan tingkat dan efisiensi dari suatu reaksi kimia tanpa aktif berpartisipasi dalam reaksi kimia itu sendiri. Oleh karena itu enzim dapat didaur ulang (yaitu, molekul yang sama dari enzim dapat berulang kali membantu dalam

Jumat, 26 Juli 2013

Defisiensi Enzim Pencernaan

Pencernaan adalah sebuah proses kompleks yang melibatkan memecah makanan kompleks yang kita makan menjadi bentuk yang lebih sederhana. Sistem pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil dan usus besar. Berbagai enzim pencernaan yang disekresikan oleh kelenjar tubuh yang berbeda. Ini pada dasarnya kompleks protein yang mempercepat reaksi biokimia tertentu. Dengan kata

Selasa, 02 Juli 2013

Bagaimana Struktur Fungsi Koenzim A

Koenzim A diperlukan untuk metabolisme asam
lemak dan siklus asam sitrat. Artikel ini akan mengajarkan Anda lebih
banyak tentang struktur dan pentingnya dalam metabolisme.

Koenzim A
adalah bahan kimia penting yang dibutuhkan dalam regulasi metabolisme
asam lemak dan juga menghasilkan siklus energi dalam tubuh, yaitu siklus
asam sitrat. Nama koenzim sendiri menunjukkan bahwa ia bertindak

Senin, 01 Juli 2013

Mengapa pH Mempengaruhi Aktivitas Enzim

Untuk setiap enzim, ada nilai pH optimum dimana enzim tertentu
berfungsi paling aktif. Setiap perubahan pH ini secara signifikan
mempengaruhi aktivitas enzim dan / atau laju reaksi. Untuk mengetahui
lebih lanjut tentang hubungan antara pH dan enzim dan / atau efek pH
terhadap enzim, baca terus.

Enzim merupakan katalisator protein,
yang mempercepat laju reaksi biokimia. Mereka mengurangi

Apasaja Enzim Yang Ada dalam Tubuh

Tidak peduli seberapa sehat kita makan atau berapa banyak vitamin dan
mineral yang kita memuat ke makanan kita, mereka tidak akan berarti
apa-apa tanpa enzim. Molekul protein khusus membantu memecah nutrisi,
yang memungkinkan mereka untuk diserap oleh tubuh Anda. Enzim sangat
penting untuk benar mencerna makanan, menghilangkan limbah dan
membersihkan darah Anda. Tubuh Anda mampu menciptakan

Selasa, 04 September 2012

Enzim katalase

Enzim sangat berperan penting dalam tubuh, seperti halnya dengan enzim katalase. Enzim ini merupakan enzim yang mengandung empat gugus heme, pada tulang, membran mukosa, ginjal dan hati. Enzim ini bekerja secara aktif dalam tubuh dan aktifitas kerjanya dapat ditemukan pada mitokondria, sitoplasma serta peroksosom. enzim yang mengandung empat gugus ini juga memiliki empat rantai polypeptide yang masing-masing bagian terdiri atas 500 lebih senyawa asam amino. Heme yang terdapat pada enzim katalase juga terbentuk dari sebuah cincin protoporphyrin dan mengandung atom besi tunggal. Adapun berat molekul yang terdapat pada enzim ini adalah 118.054,25 gram/mol.

Katalase akan mengkalisis Hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen

 

 

 

 

 

Fungsi Dari Enzim Katalase

Enzim katalase bekerja dengan rangkaian beberapa molekul sehingga keempat gugus tadi akan membantu penyerapan. Adapun didalam tubuh memiliki kandungan hidrogen peroksida atau H202 yang merupakan hasil dari respirasi dan dibuat untuk seluruh sel-sel yang hidup. Kandungan H202 ini sebenarnya sangat berbahaya bagi tubuh untuk itu enzim katalase berfungsi untuk mengkatalis kandungan H202 tersebut. peran enzim ini juga sebagai peroksidasi yang khusus untuk mereaksi dekomposisi hydrogen peroksida sehingga pada nantinya dapat berubah menjadi oksigen serta air. Untuk satu molekul hydrogen peroksida, enzim ini mampu mengoksidasinya hingga menjadi oksigen. Lalu proses peredoksidasian yang kedua akan menjadi air. Hydrogen yang berupa ion sebagai penyeimbang terhadap reaksi yang tengah berjalan.

Fungsi Enzim Katalase

Hidrogen peroksida merupakan salah satu zat sisa hasil sampingan dari metabolisme tubuh, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Apabila hidrogen peroksida tidak diuraikan, maka akan terjadi kematian sel secara massal. Enzim katalase mampu memecah ikatan hidrogen peroksida, menjadi dua zat yang tidak berbahaya, yaitu hidrogen (H2) dan air (H2O).

Meskipun demikian, karena enzim katalase mempunyai mayoritas bahan dasar enzimkatalase. Salah satu sifat enzim adalah termolabil, atau rentan rusak jika suhu lingkungan terlalu panas. Enzim akan mengalami denaturasi, sehingga tidak bisa melakukan fungsinya. beberapa gangguan seperti mudah terserang penyakit tertentu juga bisa disebabkan karena fungsi enzim katalase tidak berjalan secara optimal.

Demikian pula dengan enzim katalase, jika suhu lingkungan terlalu panas, maka enzim ini tidak mampu bekerja optimal. EWnzim katalase dapat bekerja pada rentan keasaman (pH) yang sempit. Enzim katalase bekerja maksimum pada pH netral (pH 7).

Ketika kondisi keasaman bergeser menjadi sedikit asam (pH,7) ataupun sedikit basa (pH>7), maka kapasitas enzim katalse untuk menguraikan H2O2 akan semakin berkurang. Malah menurut beberapa literatur, pada pH tertentu enzim katalase akan sama sekali tidak mampu bekerja.

Selain pH, juga masih ada beberapa faktor lain yang dapat mempegnaruhi kerja enzim katalase. Faktor-faktor tersebut diantaranya suhu, konsentrasi (banyaknya) substrat, konsentrasi (banyaknya) enzim, keberadaan aktivator (pemicu enzim untuk bekerja lebih cepat) serta adanya inhibitor (penghambat kerja enzim).

Mengingat begitu sempitnya rentang kerja enzim katalase, maka menjaga kondisi tubuh supaya tetap sehat sangatlah penting, sehingga semua enzim di dalam tubuh kita dapat bekerja dengan optimal. Sementara ketika kerja enzim tidak optimal, akan mudah terjangkitnya penyakit yang diakibatkan beberapa fungsi tubuh mengalami penurunan.

Kerja Enzim Katalase

Enzim ini banyak terdapat dalam sel-sel pada hati. Adakalanya jumlah enzim ini lebih meningkat dari semula. Dengan begitu reaksinya akan lebih cepat. Untuk itu kita perlu mengkonsumsi bahan makanan seperti hati dengan porsi yang lebih banyak sehingga proses oksidasi yang dilakukan oleh enzim katalase tidak mengecil.

 

 

 

 

Referensi : http://www.kesehatan123.com/3579/peran-dan-kerja-enzim-katalase/

Enzim Amilase

Amilase (alfa, beta dan glukoamilase) merupakan enzim yang penting dalam bidang pangan dan bioteknologi. Amilase dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti tanaman, binatang dan mikroorganisme. saat ini sejumlah enzim amilae telah diproduksi secara komersial. Penggunaan mikrobia dianggap lebih prosepektif karena mudah tumbuh, cepat menghasilkan dan kondisi lingkungan dapat dikendalikan.

Produksi enzim amilase dapat menggunakan berbagai sumber karbon. Contoh-contoh sumber karbon yang murah adalah sekam, molase, tepung jagung, jagung, limbah tapioka dan sebagainya. Jika digunakan limbah sebagai substrat, maka limbah tadi dapat diperkaya nutrisinya untuk mengoptimalkan produksi enzim. Sumber karbon yang dapat digunakan sebagai suplemen antara laian: pati, sukrosa, laktosa, maltosa, dekstyrosa, fruktosa, dan glukosa. Sumber nitrogen sebagai suplemen antara lain: pepton, tripton, ekstrak daging, ekstrak khamir, amonium sulfat, tepung kedelai, urea dan natrium nitrat.

Dalam proses produksi selain bahan baku, maka yang juga perlu diperhatikan adalah mikrobia yang dipakai dan faktor lingkungan. Parameter-parameter yang perlu diperhatikan adalah suhu dan lama inkubasi, kelembapan, pH awal, jumlah inokulum dan sebagainya.

pada akhir fermentasi maka biomass padat yang dihasilakn dicampur dengan aquadest dan digojog kuat (blender) kemudian disaring. Ampas yang ada dicampur lagi dengan aquadest dan diperlakukan sama. filtrat yang diperoleh  kemudian disentrifugasi 10.000 rpm selama 15 menit dan supernatan yang jenrnih digunbakan sebagai sumber enzim kasar.

Sumber enzim kasar dapat diukur aktivitas enzimnya denngan cara campur enzim dengan larutan soluble starch 1% dalam bufer sodium asetat 0,1 M (pH 6,0) pada suhu 50 C selama 5 menit. Ukur glukosa yang dihasilkan. Satu unit aktivitas dijabarkan sebagai jumlah enzim yang memberikan 1 mg glukosa per menit pada 50 C.

Enzim amilase adalah suatu katalisator organik yang dihasilkan oleh sel.Enzim yang berfungsi untuk memutuskan ikatan kimia dengan penambahan air. Secara umum, amilase dibedakan menjadi tiga berdasarkan hasil pemecahan dan letak ikatan yang dipecah, yaitu alfa-amilase, beta-amilase, dan glukoamilase.

· α-amilase (alpha-amylase, 1,4-alpha-D-glucan glucanohydrolase, pancreatic alpha-amylase, α-amilase, PA) adalah salah satu enzim yang berperan dalam proses degradasi pati, sejenis makromolekul karbohidrat. Struktur molekuler dari enzim ini adalah α-1,4-glukanohidrolase. Bersama dengan enzim pendegradasi pati lain, pulpulanase, α-amilase termasuk ke dalam golongan enzim kelas 13 glikosil hidrolase (E.C.3.2.1.1). α-amilase ini memiliki beberapa sisi aktif yang dapat mengikat 4 hingga 10 molekul substrat sekaligus.

· β-amilase (E.C 3.2.1.2) merupakan enzim golongan hidrolase kelas 14 yang digunakan dalam proses sakarifikasi pati (sejenis karbohidrat). Sakarifikasi banyak berperan dalam pemecahan makromolekul karbohidrat. Pemecahan makromolekul karbohidrat ini akan menhasilkan molekul karbohidrat rantai pendek (sederhana).

· Glukoamilase (E.C 3.2.1.3) adalah salah satu enzim kelas 15 yang berperan dalam proses sakarifikasi pati (sejenis karbohidrat). Serupa dengan enzim beta-amilase, glukoamilase dapat memecah struktur pati yang merupakan polisakarida kompleks berukuran besar menjadi molekul yang beukuran kecil. Pada umumnya, enzim ini bekerja pada suhu 45 – 60 C dengan kisaran pH 4,5 – 5,0.

Tempat Kerja dan Cara Kerja Enzim Amilase

· Alpha-amilase

Alpha-amilase pada umumnya aktif bekerja pada kisaran suhu 25 C – 95 C. Penambaha ion kalsium dan klorida dapat meningkatkan aktivitas kerja dan menjaga kestabilan enzim ini. Alfa-amilase akan memotong ikatan glikosidik  α-1,4 pada molekul.

· Beta-amilase

Beta-amilase akan memotong ikatan glikosidik pada gugus amilosa, amilopektin, dan glikogen. Amilosa merupakan struktur rantai dari pati, sedangkan amilopektin merupakan struktur percabangan dari pati. Hasil pemotongan oleh enzim ini akan didominasi oleh molekul maltosa dan beta-limit dekstrin. Dalam industri pangan, pembentukan senyawa beta-limit dekstrin seringkali dihindari karena membentuk viskositas atau kekentalan yang terlalu pekat.
Glukoamilosa

Glukoamilosa akan memotong ikatan alfa-1,4 pada molekul pati. Enzim ini juga dapat memecah ikatan alfa-1,6, tetapi pada frekuensi yang lebih rendah. Hasil utama pemecahan adalah glukosa, suatu bentuk sederhana dari molekul karbohidrat berjumlah atom C 6

Cara Mendapatkan Enzim Amilase

· Alfa-amilase

Enzim alpha-amilase dapat diperoleh dari berbagai macam sumber diantaranya :

ü Bisa dalam bentuk tepung malt, gandum yang berkecambah

ü Bisa berasal dari bakteri bacillus Bacillus subtilis

ü Disintesa kapang Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae

ü Bisa berasal dari cacing tanah

ü Pakai cendawan Aspergillus sp

ü Bisa berasal dari pancreas sapi dan babi

ü Banyak terdapat di air ludah dan pencernaan manusia

· Beta-amilase

Enzim beta-amilase banyak ditemikan pada tanaman tingkat tinggi, seperti gandum, ubi, dan kacang kedelai. Di samping itu, beta-amilase juga dapat ditemukan pada beberapa mikroorganisme, antara lain Pseudomonas, Basillus, Sterptococcus, dan Clostridium thermosulfurigenes. Enzim yang berasal dari C. Thermosulfurigenes umumnya lebih disukai karena memiliki toleransi suhu dan pH yang lebih tinggi.

· Glukoamilase

Enzim ini memiliki peranan yang cukup besar di dalam metabolisme energi di berbagai jenis organisme. Oleh karena itu, enzim ini banyak ditemukan pada beragam jenis tanaman dan mikriorganisme, seperti Saccharomyces, Endomycopsis, Aspergillus, Penicillium, Mucor, dan Clostridium.

Sumber

Enzim

Enzim merupakan senyawa organik bermolekul besar yang berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi metabolisme di dalam tubuh tumbuhan tanpa mempengaruhi keseimbangan reaksi. Enzim tidak ikut bereaksi, struktur enzim tidak berubah baik sebelum dan sesudah reaksi tetap. Enzim sebagai biokatalisator dan bagian enzim yang aktif adalah sisi aktif dari enzim.

Reaksi-reaksi enzimatik dibutuhkan agar bakteri dapat memperoleh makanan/ nutrient dalam keadaan terlarut yang dapat diserap ke dalam sel, memperoleh energi Kimia yang digunakan untuk biosintesis, perkembangbiakan, pergerakan, dan lain-lain.

Nomenklatur Enzim

Biasanya enzim mempunyai akhiran –ase. Di depan –ase digunakan nama substrat di mana enzim itu bekerja., atau nama reaksi yang dikatalisis. Misal : selulase, dehidrogenase, urease, dan lain-lain. Tetapi pedoman pemberian nama tersebut diatas tidak selalu digunakann. Hal ini disebabkan nama tersebut digunakan sebelum pedoman pemberian nama diterima dan nama tersebut sudah umum digunakan. Misalnya pepsin, tripsin, dan lain-lain. Dalam Daftar Istilah Kimia Organik (1978), akhiran –ase tersebut diganti dengan –asa.

Struktur Enzim

Pada mulanya enzim dianggap hanya terdiri dari protein dan memang ada enzim yang ternyata hanya tersusun dari protein saja. Misalnya pepsin dan tripsin.Tetapi ada juga enzim-enzim yang selain protein juga memerlukan komponen selain protein. Komponen selain protein pada enzim dinamakan kofaktor. Koenzim dapat merupakan ion logam/ metal, atau molekul organik yang dinamakan koenzim. Gabungan antara bagian protein enzim (apoenzim) dan kofaktor dinamakan holoenzim.

Enzim yang memerlukan ion logam sebagai kofaktornya dinamakan metaloenzim.. Ion logam ini berfungsi untuk menjadi pusat katalis primer, menjadi tempat untuk mengikat substrat, dan sebagai stabilisator supaya enzim tetap aktif.

Enzim atau biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh sel.Enzim sangat penting dalam kehidupan, karena semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Jika tidak ada enzim, atau aktivitas enzim terganggu maka reaksi metabolisme sel akan terhambat hingga pertumbuhan sel juga terganggu.

Reaksi-reaksi enzimatik dibutuhkan agar bakteri dapat memperoleh makanan/ nutrient dalam keadaan terlarut yang dapat diserap ke dalam sel, memperoleh energi Kimia yang digunakan untuk biosintesis, perkembangbiakan, pergerakan, dan lain-lain.

Enzim yang memerlukan ion logam sebagai kofaktornya dinamakan metaloenzim.. Ion logam ini berfungsi untuk menjadi pusat katalis primer, menjadi tempat untuk mengikat substrat, dan sebagai stabilisator supaya enzim tetap aktif.

faktor yang mempengaruhi  Kerja  enzim

a. Suhu
Enzim terdiri atas molekul-molekul protein. Oleh karena itu, enzim masih tetap mempuyai sifat protein yang kerjanyas dipengaruhi oleh suhu. Enzim dapat bekerja optimum pada kisaran suhu tertentu, yaitu sekitar suhu 400 C. Pada suhu 00 C, enzim tidak aktif. Jika suhunya dinaikkan, enzim akan mulai aktif. Jika suhunya dinaikkan lebih tinggi lagi sampai batas sekitar 40 – 500 C, enzim akan bekerja lebih aktif lagi. Namun, pemanasan lebih lanjut membuat enzim akan terurai atau terdenaturasi seperti halnya protein lainnya. Pada keadaan ini enzim tidak dapat bekerja.

  • Enzim tidak aktif pada suhu kurang daripada 0oC.
  • Kadar tindak balas enzim meningkat dua kali ganda bagi setiap kenaikan suhu 10oC.
  • Kadar tindak balas enzim paling optimum pada suhu 37oC. Enzim ternyahasli pada suhu tinggi iaitu lebih dari 50oC.

b. Derajat Keasaman (pH)
Enzim bekerja pada pH tertentu, umumnya pada netral, kecuali beberapa jenis enjim yang bekerja pada suasana asam atau suasana basa. Jika enzim yang bekerja optimum pada suasana netral ditempatkan pada suasana basa ataupun asam, enzim tersebut tidak akan bekerja atau bahkan rusak. Begitu juga sebaliknya, jila suatu enzim bekerja optimal pada suasana basa atau asam tetapi ditempatkan pada keadaan asam atau bas, enzimtersebut akan rusak.
Sebagai contohnya, enzim pepsin yang terdpat di dalam lambung, efektif bekerja pada pH rendah.

  • Setiap enzim bertindak paling cekap pada nilai pH tertentu yang disebut sebagai pH optimum.
  • pH optimum bagi kebanyakan enzim ialah pH 7.
  • Terdapat beberapa pengecualian, misalnya enzim pepsin di dalam perut bertindak balas paling cekap pada pH 2, sementara enzim tripsin di dalam usus kecil bertindak paling cekap pada pH 8.

c. Inhibitor
Hal lain yang mempengaruhi kerja enzim adalah feed back inhibitor. Feed back inhibitor adalah keadaan pada saat substansi hasil (produk) kerja enzim yang terakumulasi dalam jumlah yang berlebihan akan menghambat kerja enzim yang bersangkutan.

1.   Inhibitor Kompetisi

Pada inhibitor kompetisi terjadi penambahan substrat dapat mengurangi daya hambatnya, karena inhibitor bersaing dengan substrat untuk mengikta bagian aktif  enzim. Misalnya enzim suksinat dehidrogenase yang berfungsi mengkatalisis reaksi oksidasi asam uksinat menjadi fumarat, jika dalam proses ini dutambahkan asam malonat, maka enzim suksinat dehidrogenase akan menurun aktivitasnya.

Tetapi jika diberikan lagi asam suksinat sebagai substrat reaksi akan normal kembali. Sehingga aktivitas inhibitor ini sangat bergantung pada konsentrasi inhibitor, konsentrasi substrat, dan  aktivitas relatif inhibitor dan substrat.

2.   Inhibitor Nonkompetisi

Inhibitor nonkompetisi pengauhnya tdak dapat dihilangkan  dengan adanya penambahan substrat lain, di mana inhibitor ini akan berikatan dengan  permukaan enzim tanpa lepas dan lokasinya tidak dapat diganti oleh substrat. Sehingga daya kerja inhibitor sangat tergantung dari  konsentrasi inhibitor dan aktivitas inhibitor terhadap enzim.

d. Konsentrasi Substrat
Mekanisme kerja enzim juga ditentukan oleh jumlah atau konsentrasi substrat yang tersedia. Jika jumlah substratnya sedikit, kecepatan kerja enzim juga rendah. Sebaliknya, jika jumlah substrat yang tersedia banyak, kerja enzim juga cepat. Pada keadaan substrat berlebih, kerja enzim tidak sampai menurun tetapi konstan.

  • Pada kepekatan substrat rendah, bilangan molekul enzim melebihi bilangan molekul substrat. Oleh itu,cuma sebilangan kecil molekul enzim bertindak balas dengan molekul substrat.
  • Apabila kepekatan substrat bertambah, lebih molekul enzim dapat bertindak balas dengan molekul substrat sehingga ke satu kadar maksimum.
  • Penambahan kepekatan substrat selanjutnya tidak akan menambahkan kadar tindak balas karena kepekatan enzim menjadi faktor pengehad.

2 TEORI MENGENAI CARA KERJA ENZIM, YAITU:

  • Teori gembok anak kunci (key-lock)

Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja Gambar 3.4 A) Substrat sesuai dengan sisi aktif seperti gembok kunci dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Jika enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama.

  • Teori cocok terinduksi (induced fit).

Sisi aktif enzim lebih fleksibel dalam menyesuaikan struktur substrat. Ikatan antara enzim dan substrat dapat berubah menyesuaikan dengan substrat. Inhibitor Merupakan zat yang dapat menghambat kerja enzim. Bersifat reversible dan irreversible.