Tampilkan postingan dengan label Filosofi kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filosofi kehidupan. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2011

Bunga Mawar Di Hati Kita


motivasi kehidupanSuatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.
Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.
Diselidikinya bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran, sebab tumbuh pula
duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan mengapa
duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan mawar-mawar miliknya.
Sang pemuda tampak bergumam dalam hati, “Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti. Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.”
Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-rumput yang menganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.
=====
Sahabat, kisah tadi memang sudah selesai. Tapi, ada ada satu pesan moral yang bisa kita raih didalamnya. Jiwa manusia, adalah juga seperti kisah tadi. Di dalam setiap jiwa, selalu ada ‘mawar’ yang tertanam. Allah lah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita, juga ada tunas mawar dan duri yang akan merekah.
Namun sayang, ada sebagian dari kita yang hanya melihat “duri” yang tumbuh. Merasakan hanya kelemahan yang ada pada dirinya. Merasa hanya menjadi beban bagi orang lain. Banyak dari saudara kita yang hanya melihat sisi buruk, sehingga dalam menjalani kehidupan ini dipenuhi dengan kepesimisan seolah menolak keberadaan mereka sendiri. Saudara kita itu sering kecewa dengan dirinya dan tidak mau menerimanya. Mereka berpikir bahwa hanya hal-hal yang melukai yang akan tumbuh dari nya. Sehingga menolak untuk “menyirami” hal-hal baik yang sebenarnya telah adadan tak pernah memahami potensi yang dimilikinya.
Mereka juga sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari, adanya mawar itu.
Sahabat, jika kita bisa menemukan “mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu,
kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita, akan terpacu untuk
membuatnya merekah, dan terus merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu, akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita. Kenikmatan yang terindah adalah saat kita berhasil untuk menunjukkan pada mereka akan keberadaan mawar-mawar itu, dan mengabaikan duri-duri yang muncul.
Semerbak harumn mawar pada hati mereka akan menghiasi hari-hari kita. Aroma keindahan yang ditawarkannya, adalah layaknya ketenangan air telaga yang menenangkan keruwetan hati. Mari, kita temukan “mawar-mawar” ketenangan, kebahagiaan, kedamaian itu  dalam jiwa-jiwa kita, dan kembali kita bagikan pada mereka yang merasa tersisih dan tersingkir. Mungkin, ya, mungkin, kita akan juga berjumpa dengan onak dan duri, tapi janganlah itu membuat kita berputus asa. Mungkin, tangan-tangan kita akan tergores dan terluka, tapi janganlah itu membuat kita bersedih nestapa. Kebahagiaan kita adalah saat kita menemukan mereka, jiwa-jiwa yang tersisih, jiwa-jiwa yang pesimis, tersenyum bahagia, seolah menemukan udara disaat mereka akan kehabisan oksigen
Selamat berkebun!!
by Irfan
Diposting ulang dengan pengeditan seperlunya, untuk sahabat-sahabat yang sedang menumbuhkan kepercayaan diri, berada digaris depan memotivasi anak-anak yang sedang  terkena musibah gunung merapi.

Kamis, 25 Agustus 2011

Filosofi buku rapor

       Setiap akhir semester anak-anak sekolahan selalu datang untuk mengambil rapor disekolahnya.



Buku Rapor
Rapor adalah bukti nyata hasil yang telah dicapai oleh seorang siswa setelah menempuh sekolah selama 1 semester. Disitulah dilihat keberhasilan dan kegagalan seorang siswa dalam belajar.
Pernah kah anda sadar ada pelajaran berharga dari sebuah rapor?

       Ketika ada 1 atau 2 nilai merah dalam rapor mungkin masih dapat diubah menjadi hitam (diluluskan) tapi bagaimana kalau nilainya dominan yang merah? Tentu amat sulit bagi seorang wali kelas untuk mengubahnya kan? Sehingga solusinya adalah dengan tidak menaikkan anak tersebut ke kelas selanjutnya.

       Tahukah anda hal tersebut sama seperti kehidupan ini, banyak yang beranggapan dosa2 kita selama 11 bulan bisa dihapus hanya dalam sebulan di bulan ramadhan. Hal itu tak semudah apa yang kita bayangkan, tetapi hanya beberapa saja dari dosa kita yang bisa dihapus, apabila ingin menghapus semua nilai2 merah dalam hidup kita adalah dengan mengulangi kehidupan ini. Tetapi hal itu tidak mungkin kita lakukan, kita hanya bisa memperbaiki sisa - sisa hidup ini dengan nilai2 hitam. Jangan lagi membuat keburukan karena pasti akan dicatat sebagai catatan merah dalam buku kehidupan kita

Jumat, 05 Agustus 2011

Filosofi ayam kampung Jangan ditiru


        Suatu hari sepulang dari kampus saya merasa capek banget , maklumlah sebagai mahasiswa biologi yang memiliki segudang aktivitas pasti sering mengalaminya.Sepanjang jalan pulang saya terus berharap semoga bisa langsung beristirahat yang nyaman setelah sampai dirumah. Setelah berjalan 10 menit dari kampus akhirnya sampai juga  di kamar kecilku.

       Sepatuku langsung kubuka dan langsung kurebahkan tubuh ini, tak peduli lagi untuk berganti pakaian dan makan, yang penting saya bisa tidur secepatnya. Bahkan kamarku pun tak sempat lagi saya kunci, maklumlah saat itu cuaca juga sangat panas.

       Akupun mulai merasakan kenyamanan tidurku,”akh.. enaknya tidur kalau badan sangat capek” gumamku. Sekitar 10 menit kemudian tiba-tiba saja dari luar kamarku seekor ayam betina berkotek dengan kerasnya. Sontak aku terbangun mendengar suara ayam tersebut menyahut-nyahutan semakin banyaknya. Suara kotekan ayam tersebut semakin lama semakin keras membuatku marah karena telah mengganggu tidurku. Huft,”baru tidur udah diganggu” ujarku berbisik.

       Akupun keluar kamar untuk melihat kegaduhan diluar kamarku. Aku melihat kea rah pot bunga dan melihat seekor telur kecil diatasnya, “oh… ayam ini baru saja bertelur kayaknya, baru 1 butir dan kecil saja sudah ribut dan mengganggu orang” kataku. Ayam ini mengganggu saja, pastinya bukan cuman saya yang terganggu, tetapi orang lain disekitarku juga pasti terganggu. Tapi sejenak saya berpikir, saya bisa belajar dari kisah ini.

Filosofi ayam kampung Jangan ditiru

Apa yang bisa kita petik dari cerita saya diatas? Coba lihat ayam tersebut, baru bertelur 1 butir saja sudah berkoar-koar dengan bangganya sampai tidurku ternganggu. Perilaku ayam tersebut sebaiknya jangan ditiru, jangan sombong ketika sudah berkarya. Banyak orang sombong dengan karyanya sekarang, baru membuat 1 karya kecil sudah bangganya luar biasa, dipamerkan kemana-mana. Padahal belum tentu juga karyanya berguna bagi banyak orang bukan?. OLeh karena itu saya sarankan kepada para seniman dan orang orang yang suka berkarya untuk tidak sombong, dan tetaplah terus berkarya. Semoga filosofi ini bermanfaat


Minggu, 24 Juli 2011

Tumbuhan lebih Suka surga daripada Manusia



        Sewaktu saya masih SD (sekolah dasar) saya saya mencintai pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). IPA merupakan pelajaran favoritku sewaktu SD, karena kita selalu belajar  yang unik- unik, contohnya saja kita biasanya disuruh menanam biji  kacang tanah, kemudian kita disuruh mengamatinya dan menyimpannya  pada tempat yang terang dan juga pada tempat yang gelap.
Sewaktu masih SD kejadian yang saya amati pada tanaman kacang tersebut sangat menakjubkan buatku. Setiap tanaman akan bergerak menuju ke arah datangnya  cahaya matahari. Begitu pula pada tanaman yang berada pada tempat yang gelap, mereka cenderung untuk memanjangkan batangnya untuk mencari sumber cahaya.

        Sekarang saya  sudah kuliah di Jurusan Biologi, tepatnya dikampus yang ingin mengkolaborasikan antara ilmu alam dan Ilmu agama.
Suatu hari saya duduk di kebun biologi di dalam kampus saya bersama seorang teman saya. Saya mengamati sebuah pohon yang berada dikebun kami, tampak sebuah pohon miring pucuknya kearah biasanya datang cahaya matahari,  saya jadi ingat  kejadian sewaktu SD saya, dimana semua tanaman cenderung untuk mencari cahaya. Dan ternyata tanaman yang tidak mencapatkan cahaya akan mati dengan sendirinya.
Di dalam agama Islam penganutnya wajib mencari cahaya kebenaran demi untuk keselamatan-Nya nanti di akhirat. Mencari jalan yang benar, dan bukan mencari jalan yang salah.
Melihat hal itu, saya jadi berfikir kali ini pohon itu sedang mengajarkan saya sesuatu, pohon saja ingin masuk surga, mereka ingin masuk surga, mereka terus berusaha mencari cahaya.
Betapa gigihnya tanaman ini, betapa hebatnya mereka, tanaman yang tak memiliki akal untuk berpikir mengalahkan kebanyakan manusia.  Kebanyakan manusia sekarang  cenderung untuk mencari kegelapan, bukan mencari cahaya yang akan menyelamatkan mereka nanti. Mereka berjudi, mabuk-mabukan, makan dan minum -minuman yang haram, dll.
Terima kasih tanaman, hari ini kalian telah mengajariku pelajaran penting…..

Pesan dari Pohon Mangga


         Suatu hari sehabis pulang kuliah saya pergi beristirahat di sebuah rumah kecil didalam kampusku. Rumah yang biasa aku tempati tidur dan beristirahat ketika kuliah usai.
Hari ini perkuliahan begitu melelahkan, belajar mengenai genetika yang susah amat. Saya pun beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah, saya selalu menomor 1 kan tidur untuk menghilangkan istirahat. 5 menit saya mulai masuk ke dalam alam tidurku, tiba-tiba terdengar banyak suara anak-anak kecil dari belakang rumah  ini.   Saya tetap  tetap berusaha untuk tidur, karena begitu lelahnya  tubuh ini, tetapi semakin lama suara anak-anakitu semakin keras.

        Akhirnya akupun terbangun untuk melihat kejadian yang dilakukan oleh anak-anak tersebut , aku duduk dari sebuah kursi yang berada di luar rumah tersebut, kemudian mengamati nak-anak tersebut. Ternyata anak-anak tersebut sedang melempari pohon mangga yang sedang berbuah lebat, saya tak ingin memarahinya karena pohon mangga itu memang milik kampus, bukan milik saya.

         Anak-anak itu melempari pohon mangga dengan menggunakan batu, dan setiap kali mereka melemparkan batu setiap itu pula ada 1 atau leih buah mangga yang terjatuh.  Saya terus memperhatikan tingkah laku anak-anak tersebut,  mereka begitu gembira dan senang mendapat buah mangga yang berjatuhan.

        Saya berpikir, pohon mangga ini begitu baik sekali, setiap anak-anak melempari mereka dengan batu, tetapi selalu dibalas dengan memberikan buahnya yang enak. Akh saya baru sadar, saya tahu caranya untuk menyenangkan orang lain.

        Selama ini saya tidak bisa membahagiakan orang lain, pohon mangga ini telah mengajariku, bahwa untuk menyenangkan orang lain adalah dengan memberikan yang terbaik milik kita. walau kita mendapatkan yang lebih buruk. tapi hidup memang untuk memberi. Bukankah Allah SWT akan membalas setiap perbuatan kita?. Allah akan membalasnya suatu hari nanti di alam Surganya.

Senin, 11 Juli 2011

Beberapa Kata "Jangan" Yang Wajib Dilakukan!

Bismillahirramanirrahim

        Melihat judul diatas Beberapa Kata "Jangan" Yang Wajib Dilakukan! para pembaca setia biologi news pasti akan bertanya-tanya, kok kita mesti melakukan hal-hal yang seharusnya jangan dilakukan sich?.Admin biologi news tidak akan membuat bingung para pembaca setianya, tulisan ini adalah sebuah tulisan untuk memberikan motivasi kepada pembaca menghadapi masalah-masalah kehidupan yang semakin hari semakin semrawut aja (bagi orang-orang tertentu).
Ok langsung aja, kita lihat kata-kata "Jangan" apa saja yang harus kita lakukan:

  1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia. 
  2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
  3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
  4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.
  5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
  6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
  7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu.    
  8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
  9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.
  10. jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
  11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
  12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!   
       Itulah beberapa kata jangan yang mampu mengubah hidup Anda , semoga bermanfaat 

Minggu, 29 Mei 2011

Biologi_News Dengan Tampilan baru Yang Cantik

Bismillahirrahmanirrahim

      Biologi_News.Blogspot.com hari ini 29 Mei 2011 Mengganti tampilan barunya dengan tampilan yang lebih fres dan menyegarkan. Dengan Tampilan yang dominan berwarna biru berharap semoga Dapat memberi Nilai kepuasan dan kenyamanan bagi para pembaca setia Biologi_News.

       Tampilan baru ini diharapkan dapat membuat para pembaca lebih nyaman membaca artikel-artikel tentang biologi dan kesehatan yang ada di dalam blog ini.
Tampilan Terbaru Biologi_News Pendidikan Biologi UIN Alauddin Makassar
Dengan tampilan baru ini lebih memudahkan para pembaca untuk menjelajahi setiap detail  dari blog ini, lebih mudah mengetahui artikel-artikel yang baru saja dibuat dan bisa lebih mudah mengetahui artikel yang favorit dalam 1 minggu.

       Melalui Kesempatan ini Tak Lupa penulis sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 153.000an pengunjung Biologi_News yang sudah berkunjung ke blog ini walau hanya sejenak saja. Semoga apa yang penulis Sajikan dalamblog ini dapat membantu para pembaca Untuk Lebih tau Mengenai Dunia BIologi dan Kesehatan



Jumat, 01 April 2011

Mengenal dan Mengetahui Filosofi yang Ada Dari Sajian Nasi Tumpeng

Tumpeng merupakan sajian nasi kerucut dengan aneka lauk pauk yang ditempatkan dalam tampah (nampan besar, bulat, dari anyaman bambu). Tumpeng merupakan tradisi sajian yang digunakan dalam upacara, baik yang sifatnya kesedihan maupun gembira.

Tumpeng dalam ritual Jawa jenisnya ada bermacam-macam, antara lain : tumpeng sangga langit, Arga Dumilah, Tumpeng Megono dan Tumpeng Robyong.


Tumpeng sarat dengan simbol mengenai ajaran makna hidup. Tumpeng Robyong sering dipakai sebagai sarana upacara Slametan (Tasyakuran). Tumpeng Robyong merupakan simbol keselamatan, kesuburan dan kesejahteraan.

Tumpeng yang menyerupai Gunung menggambarkan kemakmuran sejati. Air yang mengalir dari gunung akan menghidupi tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan yang dibentuk Robyong disebut semi atau semen, yang berarti hidup dan tumbuh berkembang.

Pada jaman dahulu, tumpeng selalu disajikan dari nasi putih. Nasi putih dan lauk-pauk dalam tumpeng juga mempunyai arti simbolik.

Nasi putih
Berbentuk gunungan atau kerucut yang melambangkan tangan merapat menyembah kepada Tuhan. Juga, nasi putih melambangkan segala sesuatu yang kita makan, menjadi darah dan daging haruslah dipilih dari sumber yang bersih atau halal.

Bentuk gunungan ini juga bisa diartikan sebagai harapan agar kesejahteraan hidup kita pun semakin “naik” dan “tinggi”.

Ayam: ayam jago (jantan)
Dimasak utuh dengan bumbu kuning/kunir dan diberi areh (kaldu santan yang kental), merupakan simbol menyembah Tuhan dengan khusuk (manekung) dengan hati yang tenang (wening). Ketenangan hati dicapai dengan mengendalikan diri dan sabar (nge”reh” rasa).

Menyembelih ayam jago juga mempunyai makna menghindari sifat-sifat buruk yang dilambangkan oleh ayam jago, antara lain: sombong, congkak, kalau berbicara selalu menyela dan merasa tahu/menang/benar sendiri (berkokok), tidak setia dan tidak perhatian kepada anak istri.

Ikan Lele
Dahulu lauk ikan yang digunakan adalah ikan lele bukan bandeng atau gurami atau lainnya. Ikan lele tahan hidup di air yang tidak mengalir dan di dasar sungai. Hal tersebut merupakan simbol ketabahan, keuletan dalam hidup dan sanggup hidup dalam situasi ekonomi yang paling bawah sekalipun.

Ikan Teri / Gereh Pethek
Ikan teri/gereh pethek dapat digoreng dengan tepung atau tanpa tepung. Ikan Teri dan Ikan Pethek hidup di laut dan selalu bergerombol yang menyimbolkan kebersamaan dan kerukunan.

Telur
Telur direbus pindang, bukan didadar atau mata sapi, dan disajikan utuh dengan kulitnya, jadi tidak dipotong, sehingga untuk memakannya harus dikupas terlebih dahulu.

Hal tersebut melambangkan bahwa semua tindakan kita harus direncanakan (dikupas), dikerjakan sesuai rencana dan dievaluasi hasilnya demi kesempurnaan.

Piwulang jawa mengajarkan “Tata, Titi, Titis dan Tatas”, yang berarti etos kerja yang baik adalah kerja yang terencana, teliti, tepat perhitungan,dan diselesaikan dengan tuntas.

Telur juga melambangkan manusia diciptakan Tuhan dengan derajat (fitrah) yang sama, yang membedakan hanyalah ketakwaan dan tingkah lakunya.

Sayuran dan Urab-uraban
Sayuran yang digunakan antara lain kangkung, bayam, kacang panjang, taoge, kluwih dengan bumbu sambal parutan kelapa atau urap. Sayuran-sayuran tersebut juga mengandung simbol-simbol antara lain:
  1. Kangkung berarti jinangkung yang berarti melindung, tercapai.

  2. Bayam (bayem) berarti ayem tentrem,

  3. Taoge/cambah yang berarti tumbuh,

  4. Kacang panjang berarti pemikiran yang jauh ke depan/inovatif,

  5. Brambang (bawang merah) yang melambangkan mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang baik buruknya,

  6. Cabe merah diujung tumpeng merupakan symbol dilah/api yang meberikan penerangan/tauladan yang bermanfaat bagi orang lain.

  7. Kluwih berarti linuwih atau mempunyai kelebihan dibanding lainnya.

  8. Bumbu urap berarti urip/hidup atau mampu menghidupi (menafkahi) keluarga.

Pada jaman dahulu, sesepuh yang memimpin doa selamatan biasanya akan menguraikan terlebih dahulu makna yang terkandung dalam sajian tumpeng. Dengan demikian para hadirin yang datang tahu akan makna tumpeng dan memperoleh wedaran yang berupa ajaran hidup serta nasehat.

Dalam selamatan, nasi tumpeng kemudian dipotong dan diserahkan untuk orang tua atau yang “dituakan” sebagai penghormatan.

Setelah itu, nasi tumpeng disantap bersama-sama. Upacara potong tumpeng ini melambangkan rasa syukur kepada Tuhan dan sekaligus ungkapan atau ajaran hidup mengenai kebersamaan dan kerukunan.

Ada sesanti jawi yang tidak asing bagi kita yaitu: "Mangan ora mangan waton kumpul (makan tidak makan yang penting kumpul)." Hal ini tidak berarti meski serba kekurangan yang penting tetap berkumpul dengan sanak saudara.

Pengertian sesanti tersebut yang seharusnya adalah mengutamakan semangat kebersamaan dalam rumah tangga, perlindungan orang tua terhadap anak-anaknya, dan kecintaan kepada keluarga.

Dimana pun orang berada, meski harus merantau, haruslah tetap mengingat kepada keluarganya dan menjaga tali silaturahmi dengan sanak saudaranya.

sumber

Minggu, 20 Maret 2011

10 Filosofi Google Yang patut Kita tiru


1. Fokuskan pada pengguna dan yang lainnya akan mengikuti.


Sejak awal, Google telah memfokuskan diri pada penyediaan pengalaman terbaik bagi pengguna. Sekalipun banyak perusahaan mengklaim akan memprioritaskan pelanggan terlebih dahulu, hanya sedikit yang mampu menahan godaan untuk membuat pengorbanan kecil untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Google tetap menolak untuk membuat perubahan yang tidak menawarkan manfaat bagi pengguna yang mengunjungi situs:
Antarmukanya jelas dan sederhana.
Halaman dimuat dengan seketika.
Iklan di hasil pencarian tidak pernah dijual kepada siapa pun.
Pemasangan iklan di situs harus menawarkan isi yang relevan dan bukan sebagai gangguan.
Dengan selalu mengutamakan kepentingan pengguna, Google telah membangun khalayak yang paling setia di web. Dan pertumbuhan itu muncul bukan melalui kampanye iklan TV, tetapi dari mulut ke mulut antara satu pengguna yang puas ke pengguna lainnya.

2. Yang paling baik adalah melakukan satu hal dengan sempurna.
Google benar-benar mencari. Dengan salah satu grup penelitian terbesar di dunia yang memfokuskan secara eksklusif pada pemecahan masalah pencarian, kami tahu apa yang kami lakukan sebaik-baiknya, dan bagaimana kami dapat melakukannya dengan lebih baik. Melalui masalah sulit yang terjadi berulang-ulang secara terus-menerus, kami telah mampu menyelesaikan masalah yang kompleks dan menyediakan penyempurnaan yang berkelanjutan terhadap suatu layanan yang sudah dianggap terbaik di web dalam menemukan informasi secara cepat dan lancar bagi jutaan pengguna. Pengabdian kami untuk menyempurnakan pencarian juga telah memungkinkan kami menerapkan apa yang telah kami pelajari pada produk baru, termasuk Gmail, Google Desktop, dan Google Maps. Sambil kami melanjutkan membuat produk baru* seraya membuat pencarian yang semakin baik, harapan kami adalah menghadirkan kehebatan pencarian pada wilayah yang belum pernah disentuh sebelumnya, dan membantu pengguna mengakses serta menggunakan informasi yang jauh lebih luas dalam kehidupan mereka.

3. Cepat lebih baik daripada lambat.

Google percaya dengan kepuasan seketika. Anda menginginkan jawaban dan Anda menginginkannya sekarang juga. Siapa yang kita ajak berdebat? Google mungkin satu-satunya perusahaan di dunia yang tujuannya adalah membuat pengguna meninggalkan websitenya secepat mungkin. Dengan terobsesi secara fanatik untuk memotong setiap kelebihan bit dan byte dari halaman kami dan meningkatkan efisiensi lingkungan porsi kami, Google telah memecahkan waktu rekor kecepatannya sendiri dan ini terjadi berulang-ulang. Yang lainnya menganggap bahwa server yang besar adalah cara tercepat untuk menangani jumlah data yang luar biasa besar. Google merasa PC jaringan telah semakin cepat. Di mana yang lain menganggap batas kecepatan ditentukan oleh algoritma pencarian, Google menulis algoritma baru yang membuktikan bahwa sesungguhnya tidak ada batasan. Dan Google terus bekerja untuk membuat semuanya berjalan bahkan lebih cepat.

4. Demokrasi dalam web berjalan.

Google berhasil karena mengandalkan pada jutaan orang yang mengirim situs web untuk menentukan situs lain mana yang menawarkan konten yang bernilai. Daripada mengandalkan pada sekelompok editor atau semata-mata pada frekuensi kemunculan istilah tertentu, Google mengkategorikan setiap halaman web menggunakan teknik terobosan bernama PageRank™. PageRank menilai semua situs yang terhubung ke sebuah halaman web dan memberi nilai terhadapnya, antara lain berdasarkan situs yang terhubung ke mereka. Dengan menganalisis struktur penuh dari web, Google mampu menentukan situs mana yang telah “diberi nilai” sebagai sumber informasi terbaik melalui informasi paling menarik yang mereka tawarkan. Teknik ini sebenarnya semakin sempurna sejalan dengan semakin besarnya web, karena setiap situs baru merupakan titik lain bagi informasi dan pilihan yang harus diperhitungkan.

5. Anda tidak perlu berada di meja Anda untuk mendapatkan jawaban.


Dunia semakin bertambah mobile dan tidak ingin terhambat oleh lokasi yang menetap. Apakah itu melalui PDA mereka, ponsel mereka atau bahkan mobil mereka, orang menginginkan agar informasi datang kepada mereka. Inovasi Google di wilayah ini mencakup Google Number Search, yang mengurangi jumlah penekanan tombol yang dibutuhkan untuk menemukan data dari ponsel web dan sistem terjemahan sambil-jalan yang mengubah halaman tertulis dalam bentuk HTML ke format yang dapat dibaca oleh browser telepon. Sistem ini membuka jutaan halaman untuk dilihat dari perangkat yang mungkin tidak pernah terbayangkan mampu membukanya, termasuk perangkat Palm PDA dan i-mode Jepang, J-Sky, dan EZWeb. Ke mana pun pencarian akan membantu pengguna untuk memperoleh informasi yang mereka cari, Google memelopori teknologi baru dan menawarkan solusi baru.

6. Anda bisa mendapatkan uang tanpa melakukan kejahatan

Ribuan pengiklan menggunakan program Google AdWords untuk mempromosikan produk mereka; dan kami percaya AdWords merupakan program terbesar di antara program yang sejenis. Lagi pula, ribuan manajer situs web mengambil keuntungan dari program Google AdSense untuk mengirimkan iklan yang relevan dengan isi situs mereka, sehingga meningkatkan kemampuan mereka untuk menghasilkan penerimaan dan meningkatkan pengalaman bagi pengguna mereka.

7. Selalu ada lebih banyak informasi di luar sana.

Google mengembangkan cara yang unik untuk menerjemahkan file dengan format HTML ke dalam format yang dapat dibaca oleh perangkat mobile. Daftar ini kemungkinan besar tidak berakhir di sana karena peneliti Google terus meneliti cara-cara untuk menghadirkan semua informasi dunia kepada pengguna yang mencari jawaban.

8. Kebutuhan akan informasi melintasi semua batas.

Walaupun Google berpusat di California, misi kami adalah memfasilitasi akses ke informasi bagi seluruh dunia, sehingga kami memiliki kantor di seluruh dunia.

9. Anda bisa serius tanpa mengenakan setelan jas.

Mereka membangun perusahaan dengan ide bahwa suatu pekerjaan sebaiknya yang menantang dan tantangan tersebut haruslah menyenangkan. Karena itu, budaya Google tidak sama seperti perusahaan Amerika lainnya, dan ini bukan karena lampu lava yang menyala di mana-mana dan bola karet besar yang bertebaran, atau fakta bahwa koki perusahaan pernah bekerja untuk Grateful Dead. Bila menyangkut soal layanan online, Google mendahulukan penggunanya, sama seperti cara Google Inc. memprioritaskan karyawan bila menyangkut soal kehidupan sehari-hari di kantor pusat Googleplex kami.

10. Hebat saja ternyata belum cukup.

Selalu memberi lebih dari yang diharapkan. Google tidak ingin menjadi yang terbaik di titik akhir, tetapi titik awal. Melalui inovasi dan pengulangan, Google mengambil sesuatu yang telah berjalan baik dan kemudian menyempurnakannya dengan cara yang tidak terduga. 
 
http://blo9el.blogspot.com/2011/03/10-filosofi-google-yang-patut-kita-tiru.html

Selasa, 08 Maret 2011

Kisah Hiu Dan Ikan Salmon



Jauh lebih nikmat dibandingkan dengang ikan salmon yg sudah diawetkan dengan es.

Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapnya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup.

Mesti demikian, pada kenyataannya banyak salmon yang mati dikolam buatan tsb.

Bagaimana cara nya mereka menyiasatinya?

Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut. Ajaib!! Hiu kecil tersebut "memaksa" salmon-salmon itu terus bergerak karena jangan sampai dimangsa.

Akibatnya jumlah salmon yg mati justru menjadi sangat sedikit !

DIAM MEMBUAT KITA MATI !

DAN BERGERAK MEMBUAT KITA HIDUP....!

kurang lebih itulah pesan moral yg dapat kita tangkap dari gambaran diatas.

Apa yg membuat kita diam? Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona kenyamanan.

Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati.

Ironis, bukan?

Apa yg membuat kita bergerak?

Masalah, pergumulan dan tekanan hidup.

Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu.

Disaat saat seperti itu biasanya kita akan ingat Tuhan dan berharap kepada Tuhan. Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa !!

Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup.

Itu sebabnya syukurilah "hiu kecil" yg terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive! Be blessed.....


http://terselubung.blogspot.com/2011/03/renungan-siang.html

Minggu, 06 Maret 2011

BELAJAR PADA BAYI

Mencontoh dari analogi bayi…. 
Kehidupan manusia pun ternyata memerlukan waktu dan upaya maksimal untuk menyesuaikan diri di tempat yang baru. 
Kehidupan bayi dalam kandungan dapat diibaratkan dengan hidup dengan kenyamanan, segala sesuatunya mudah untuk diperoleh. 
Namun semua itu ada batasnya dan tidak ada yang abadi. 
Detik-detik pertama dalam penyesuaian di tempat dan suasana yang baru akan menentukan bagaimana pertumbuhan selanjutnya. 
Ada yang begitu memasuki tantangan yang baru, selalu muncul keinginan untuk kembali pada nostalgia kenyamanan yang terdahulu yang pernah diperolehnya. 
Ada pula demi menjaga kenyamanan diri selalu menyertakan ari-ari (fasilitas maupun rekan-rekannya) di tempat atau dalam susana yang baru.

Belajar dari bayi…. 
Setiap manusia dituntut untuk mandiri dan tidak bergantung atau bersandar kepada orang lain. 
Membangun silaturrahim adalah salah satu upaya yang efektif dalam rangka mengembangkan kompetensi. 
Namun, bergantung kepada orang lain hanya supaya dirinya terangkat merupakan upaya yang tidak efektif untuk mengasah kemampuan diri. 
Ada masa-masa tertentu memerlukan pembinaan dan monitoring, namun itu pun harus tumbuh dan berkembang. 
Bayi tidak selamanya minum ASI, dia akan berkembang makan bubur, nasi dan makanan keras lainnya. 
Demikian pula manusia, setiap individu yang mandiri, ia tidak akan puas dengan tantangan pekerjaan yang biasa-biasa saja. 
Semakin hari semakin tumbuh baik dari segi kompetensi maupun dari segi unjuk kerjanya.

Tua sudah pasti, 
dewasa adalah pilihan. Bertambah usia dan masa kerja adalah hal yang pasti dan tidak dapat dipungkiri lagi, namun terus tumbuh dan berkembang dalam peningkatan kualitas moral, spiritual dan sosial serta kompetensi adalah pilihan kita sendiri.
 
http://iphunkjie.blogspot.com/2011/03/belajar-pada-bayi.html?spref=fb

Sabtu, 05 Maret 2011

Kebencian Hari Ini, Petaka Esok Hari




Sahabat , percayakah anda, sebuah dendam dan kebencian yang ditebar hari ini membuahkan celaka bagi generasi mendatang? Mari kita tengok.
Berapa sering kita mendengar banyaknya korban akibat ranjau yang ditanam saat perang puluhan tahun silam. Di Rusia, Cina, Kolombia, Kamboja, Jenewa, Irak, Afganistan,  negara-negara Afrika, dan lain-lain.
Ranjau-ranjau itu adalah sisa-sisa amarah, bekas-bekas angkara, dan jejak-jejak amuk, dan bekas-bekas kebencian. Kebencian atas penindasan dan ketidak adilan. Kebencian akan perilaku adikuasa.
Kita tak pernah tahu kapan semua itu akan tersapu bersih. Meski damai telah dijabattangankan, siapa bisa menjamin tak ada penyesalan di kemudian hari? Betapa mahalnya sebuah kebencian.
Hal ini mengajarkan pada kita untuk tidak hanya mempertimbangkan apa yang terjadi pada esok hari akibat perbuatan kita hari ini. Ketika kita membenci sesuatu, maka kebencian itu akan beranak pinak, dan akan kembali kepada kita sebesar kebencian yang kita tebarkan.
Mari tanyakan pada diri sendiri, buat apa kebencian ini? Adakah manfaatnya? Adakah akibat diesok hari buat diri kita dan anak cucu kita? Adakah jalan yang lebih baik? Karena ranjau-ranjau kebencian itu akan melukai orang yang membenci, juga orang yang dibenci. Dua-duanya sama-sama terluka.
Namun ada yang harus digaris bawahi, bahwa kebencian tidaklah sama dengan ketegasan sikap dalam menegakkan aturan dan batas-batas norma kehidupan. Kebencian lebih condong mengarah pada subjek, sedang ketegasan lebih mengacu pada perilaku dan perbuatan.
Semakin jauh kita memandang ke depan, semestinya semakin besar nilai perbuatan kita hari ini bagi kemanusiaan.  Semakin berhati-hati dalam menentukan langkah dalam bertindak.

http://www.resensi.net/kebencian-hari-ini-petaka-esok-hari/2010/12/#more-983

Belajar dari Cicak

Cicak – cicak didinding ...
Diam-diam merayap ...
Datang seekor nyamuk!
Hap..tetap didinding eh lalu ditangkap... hehehe ...

Dibalik syair yang sederhana itu sebenarnya mengandung makna yang sangat dalam. Diantaranya adalah bahwa rezeki setiap makhluk itu sudah di atur oleh Sang Pencipta. Lagu itu menggambarkan bahwa Sang Cicak tidak perlu menghampiri nyamuk, tapi nyamuklah yang datang. Sang Cicak sendiri tinggal membuka mulutnya dan hap! lalu menelan sang nyamuk. Cicak yang tidak punya sayap sementara makanannya bersayap. Pernah lihat cicak mati kelaparan? pasti tidak, yang ada cicak mati terjepit pintu atau jendela. Atau pernah melihat cicak frustasi memburu nyamuk? tentu tidak, karena cicak percaya terhadap rezeki yang telah disediakan oleh Allah.

Sementara kita, manusia yang di anugerahi akal dan pikiran malah seringkali tidak yakin akan rezeki yang telah disediakan Allah. Sebagian lagi ragu untuk berusaha karena khawatir akan hasilnya. Kita juga sering merasa frustasi dalam mencari rezeki halal yang telah dipersiapan oleh Allah SWT, sehingga kita menempuh jalan pintas.

Kita memang perlu mengambil hikmah dari keistiqomahan cicak dalam menjemput rezeki yang telah disediakan oleh Allah SWT bagi setiap makhluk

Jumat, 04 Maret 2011

BELAJAR DARI KELELAWAR

Mahasuci Allah yang telah membuat malam sebagai siang bagi kelelawar untuk mengais rezeki, dan menjadikan siang sebagai malam untuk istirahat dan memulihkan tenaga.

 Saat senja semakin menjingga, semakin jelas pertanda sebentar lagi malam tiba.
Anak-anak kecil yang tadinya bermain di pelataran rumah segera dituntun masuk rumah oleh sang ibu. Sementara ayah yang baru saja pulang berladang, meletakkan peranti tempurnya di sudut dapur yang masih menyisakan kepulannya.
Dari kejauhan tampak pula para penggembala menggiring ternak ke kandang di belakang rumah masing-masing. Begitu juga para nelayan, setelah menambatkan perahu dan menurunkan sauh, mereka bergegas pulang setelah seharian menjaring ikan teri demi sesuap nasi untuk anak dan istri yang tak lelah menanti.
Malam pun tiba ditandai bunyi bedug maghrib dari sebuah surau, diikuti kumandang muazin yang bersuara parau. Tak seperti biasanya, saat itu saya ingin sekali memenuhi panggilan suara itu. Dan saat saya mengayunkan kaki beberapa langkah, dari arah samping saya muncul beberapa kelelawar yang sepertinya merayakan permulaan malam dengan cicitan riang.

Memang, banyak makhluk hidup yang menjadikan malam sebagai waktu terindah setelah lelah beraktivitas mengisi kehidupan di kala siang. Tapi itu tidak berlaku bagi satu-satunya hewan mamalia yang bisa terbang itu. Ia tetap bersembunyi di siang hari meskipun siang membukakan segala sesuatu untuk selain spesiesnya.
Sebaliknya, kelelawar tetap bergerak di malam hari walaupun malam membuat tampak gelap segala makhluk hidup selainnya. Kendati matanya silau dan tak dapat memanfaatkan cahaya matahari agar memperoleh terang dan petunjuk, ia dengan mudah mencapai tempat-tempat yang diinginkan di kala malam gulita. Ia justru menjadikan malam sebagai lampu dan penolongnya mencari makan.
Kegelapan malam tak pernah mengganggu penglihatan dan mencegah gerak lincah kelelawar. Saat matahari muncul menyingkap tabir kelam dengan cahaya pagi, ia menutup kelopak matanya dan hidup dengan apa yang diperolehnya dalam kegelapan malam. Mahasuci Tuhan yang telah membuat malam sebagai siang bagi kelelawar untuk mengais rezeki, dan menjadikan siang sebagai malam untuk istirahat dan memulihkan tenaga.
Terima kasih kelelawar, kau membuatku sedikit tahu dan mengenali bagaimana kehidupan beserta nilai pentingnya berlangsung. Salam.

Sumber : kompasiana. 


Stop Dreaming, Start Achieving!



Salah satu hal terpenting untuk membedakan antara impian dan angan-angan adalah tindakan untuk memulainya.
Seorang pecundang mempunyai banyak impian, namun hanya sebatas dipikiran saja setiap saat dan menjadi angan-angan belaka.
Seorang pemenang, mempunyai impian juga, dan mencoba mewujudkan keinginan itu menjadi suatu kenyataan melalui tindakan.
Sekecil apapun tindakan itu, tetap bisa menjadi pendorong bagi diri kita untuk mencapainya.
“Dunia adalah milik mereka yang mempunyai impian besar dan berusaha mewujudkannya”

BELAJAR DARI BAMBU






Kita pasti mengenal bambu. Tanaman ini hidup di dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian 300 m dpl. Di Indonesia sendiri ada kurang lebih 60 jenis yang bisa ditemukan. Dari bambu kita bisa mempelajari banyak hal yang berguna untuk kehidupan kita. (http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/bambu%20lkp.pdf). 
Bambu selalu tumbuh bergerombol. Hidup bersama. tak ada bambu yang tumbuh sendiri. Ini mengandung arti bahwa dengan bersatu kita akan menjadi kuat dan lebih mudah untuk mencapai kesejahteraan. Persatuan inilah yang saat ini mulai luntur (kalau tidak mau dikatakan hilang) dari bangsa ini. Banyak komponen bangsa hanya bekerja untuk memenuhi kepentingannya sendiri. Yang penting aku, kelompokku, golonganku yang lain… gue kagak peduli. Kalau memang aku, kelompokku, golonganku sudah kecukupan bahkan berlimpah-limpah sementara yang lain hidup dalam kemiskinan… gue kagak peduli. Sementara yang lain sibuk gontok-gontokan, tawuran, saling serang, saling melukai bahkan saling bunuh, untuk sesuatu yang kadang sepele dan di luar akal sehat. Kalau hal ini yang terus-terusan kita hidupi, tidak salah rasanya jika membayangkan negara kita tercinta ini akan semakin mandeg, tidak akan berkembang dan cenderung makin terbelakang, bahkan karam. Mau?
Bambu tumbuh ke atas bukan ke samping atau pun ke bawah. Pertanda dalam hidup kita harus senantiasa mengarahkan kehidupan kita, berserah diri dan hanya memohon pertolongan-Nya. Ketika kita bisa melakukannya dengan penuh kesungguhan, hidup kita pun akan bertumbuh dengan subur dan menghasilkan buah-buah melimpah baik untuk diri sendiri maupun untuk sesama.
Bambu meskipun tumbuh tinggi, ia tidak akan patah sekalipun tertiup angin yang kencang. Ia akan tetap bertahan dengan kokohnya. Sama seperti kehidupan kita. Selama kita menghirup udara di dunia ini pasti akan ada masalah yang menghadang, berat maupun ringan, sedikit ataupun banyak. Apa yang kita lakukan ketika berhadapan dengan hal tersebut? Menghadapinya dengan tabah dan berusaha mencari jalan pemecahan terbaik atau justru lari menghindar? Satu hal yang mesti selalu kita ingat; seberat apapun masalah yang kita hadapi tidak akan pernah melebihi kuasa-Nya. Masalah adalah ujian yang diberikan-Nya untuk semakin memurnikan kehidupan kita.
Seluruh bagian dari bambu memberi manfaat untuk manusia. Bambu muda atau yang lebih dikenal dengan istilah rebung dapat dipakai untuk bahan sayur. Juga untuk isian utama penganan khas kota Semarang yang disebut Lumpia. Batang bambu yang sudah cukup umur digunakan untuk membangun rumah, membuat jembatan (darurat), membuat rakit, pagar rumah, serta berbagai kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi. Daun bambu dipakai sebagai kompos yang sangat berguna bagi tanaman hias. Bagaimana dengan kita? Apakah semua perlengkapan yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada kita sudah kita gunakan untuk hal-hal yang baik? Pikiran untuk memikirkan dan merencanakan segala hal yang memberi manfaat untuk kehidupan bersama bukan malah untuk merancang aneka konspirasi yang akan mencelakakan orang lain. Mata untuk melihat kebenaran. Telinga untuk mendengar yang baik. Mulut menjadi sarana untuk mengucapkan hal-hal yang akan memberi semangat bagi orang lain bukan untuk memaki, menghina atau berkata-kata penuh kesombongan. Tangan untuk memberi salam dan bekerja secara halal. Tidak digunakan untuk memukul tanpa alasan jelas, mencuri dan mengambil apa yang bukan menjadi haknya (korupsi). Kaki dipakai untuk melangkah ke tempat mencari nafkah secara halal, ke tempat ibadah untuk memanjatkan syukur atas anugerah Tuhan dan pulang kembali ke rumah, bertemu dengan orang-orang tercinta, setelah seharian bekerja.
Apakah kita sudah melakukan semua itu dengan konsisten? Jika belum, marilah kita bersama-sama mulai hari ini, saat ini, detik ini, belajar menjadi seperti bambu untuk semakin memperkembangkan kehidupan bersama. Semoga.
http://iphunkjie.blogspot.com/2011/03/belajar-dari-bambu.html

Tak Jalan Mudah Untuk Menggapai Kemenangan

Orang yang tidak punya tujuan atau rencana dalam hidup ini adalah seorang eksperimenter. Mula-mula ia mencoba yang ini lalu yang itu, membuang keduanya dan mencoba yang lainnya. Inilah yang disebut dengan metode hits and miss dalam mencari kemajuan, dan metode ini lebih sering menjadi cara menuju ke kegagalan.
Begitu sasaran kita bidik, seharusnya tak ada langkah mundur lagi. Kita seharusnya bergerak lurus ke arah sasaran kita dengan sikap pantang mundur. Rahasianya adalah keterarahan, kerajinan dan perhatian yang ketat pada tujuan utama dalam hidup.
Bila diperlukan, prinsipn sedikit demi sedikit adalah cara untuk mendapatkan kemenangan. Berawal dari sebuah batu sebuah puri berhasil dibangun. Berawal dari langkah pertama, gunung tertinggi berhasil di daki. Kita tidak akan kehilangan jejak dalam hidup, bila kita konstan dalam usaha dan bertahan terus untuk menempuhnya menuju tujuan.
Menyerah adalah sikap yang akan mendamparkan kita ke kehidupan yang gersang. Orang-orang yang bisa memberi jalan kepada orang yang mau lewatlah yang mau tahu arah dan mereka pun sedang menempuh perjalanan itu. Seorang pemenang tak pernah menyerah dan orang yang menyerah tak pernah menang.


Katakan saja sesuai kemauan … teguh, keras hati, keras kepala. Namun tak ada sukses tanpa sikap ini dan sukses tak akan ada dalam masa depan jika sikap ini tidak ada. Tetaplah mempertahankan tindakan menuju sukses!.
http://iphunkjie.blogspot.com/2011/03/tak-jalan-mudah-untuk-menggapai.html

BELAJAR DARI MANGGA



Suatu hari, ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah neneknya di desa. Saat tiba di sana, setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, neneknya menghidangkan sepiring irisan buah mangga yang menggiurkan warna dan aromanya. “Wah, mangganya harum dan manis sekali nek, sedang musim ya. Saya sudah lama sekali tidak menjenguk nenek, sehingga tidak tahu kalau nenek menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan seenak ini rasanya” ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu. Dengan tersenyum nenek menjawab, “makanya, sering-sering lah menjenguk nenek, nenek rindu cucu nenek yang nakal dulu. Pohon mangga itu sebenarnya bukan nenek yang menanam. Kamu mungkin lupa, waktu kecil dulu, setelah menyantap buah mangga, kamulah yang bermain melempar-lempar biji mangga yang telah kamu makan. Nah, ini hasil kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan sekarang sedang kau nikmati buahnya”.

Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dengan neneknya. Karena merasa penasaran, diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan dibelahnya menjadi 2, dia ingin tahu sebenarnya apa yang ada di dalam biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan rasa manis yang membedakan dengan biji buah mangga yang lain. Ternyata dia tidak menemukan perbedaan apapun.
Demikian pula dengan manusia, tampak luar, setiap manusia adalah sama tetapi yang menentukan dia bisa berhasil atau tidak adalah kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya. Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yang baik, harus memiliki unsur kualitas yang baik pula.
HUKUM ALAM MENGAJARKAN PADA KITA 2 HAL :
♥ Apa yang telah kita tabur, entah disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, entah kapanpun juga. Hukum alam mengajarkan, apa yang kita tanam kita pasti akan menuai hasilnya.
♥ Bahwa manusia mempunyai kemiripan dengan inti biji buah mangga, tampak luar sama, tetapi kualitas unsur yang ada di dalam inti buahnya yang membedakan rasa, aroma dan warna si buah mangga. Demikian juga dengan manusia, Kualitas mental yang di dalamlah yang membedakan dan menentukan keberhasilan manusia di masa depan.
Mari kita perbaiki sikap, perhalus budi pekerti, jaga kebersihan hati dan selalu menggali potensi diri agar kesuksesan sejati bisa kita nikmati suatu hari nanti.
http://iphunkjie.blogspot.com/2011/03/belajar-dari-mangga.html?spref=fb

Selasa, 01 Maret 2011

Senangkan orang tua semasa hidup




Usia ayah telah mencapai 70 tahun, namun tubuhnya masih kuat. Dia mampu mengendarai sepeda ke pasar yang jauhnya lebih kurang 2 kilometer untuk belanja keperluan sehari-hari. Sejak meninggalnya ibu pada 6 tahun lalu, ayah sendirian dikampung. Oleh karena itu kami kakak-beradik 5 orang bergiliran menjenguknya.

Kami semua sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari kampung halaman di Teluk Intan. Sebagai anak sulung, saya memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Setiap kali saya menjenguknya, setiap kali itulah istri saya mengajaknya tinggal bersama kami di KualaLumpur.

“Nggak usah. lain kali saja.!”jawab ayah. Jawaban itu yang selalu diberikan kepada kami saat mengajaknya pindah. Kadang-kadang ayah mengalah dan mau menginap bersama kami, namun 2 hari kemudian dia minta diantar balik. Ada-ada saja alasannya.

Suatu hari Januari lalu, ayah mau ikut saya ke Kuala Lumpur. Kebetulan sekolah masih libur, maka anak-anak saya sering bermain dan bersenda-gurau dengan kakek mereka. Memasuki hari ketiga, ia mulai minta pulang. Seperti biasa, ada-ada saja alasan yang diberikannya. “Saya sibuk, ayah. tak boleh ambil cuti. Tunggulah sebentar lagi. akhir minggu ini saya akan antar ayah,” balas saya. Anak-anak saya ikut membujuk kakek mereka. “Biarlah ayah pulang sendiri jika kamu sibuk. Tolong belikan tiket bus saja yah.” katanya yang membuat saya bertambah kesal. Memang ayah pernah berkali-kali pulang naik bus sendirian.

“Nggak usah saja yah.” bujuk saya saat makan malam. Ayah diam dan lalu masuk kekamar bersama cucu-cucunya. Esok paginya saat saya hendak berangkat ke kantor, ayah sekali lagi minta saya untuk membelikannya tiket bus. “Ayah ini benar-benar nggak mau mengerti yah. saya sedang sibuk, sibuuukkkk!!!” balas saya terus keluar menghidupkan mobil.

Saya tinggalkan ayah terdiam di muka pintu. Sedih hati saya melihat mukanya. Di dalam mobil, istri saya lalu berkata, “Mengapa bersikap kasar kepada ayah? Bicaralah baik-baik! Kasihan khan dia.!” Saya terus membisu.

Sebelum istri saya turun setibanya di kantor, dia berpesan agar saya penuhi permintaan ayah. “Jangan lupa, Pa.. belikan tiket buat ayah,” katanya singkat. Di kantor saya termenung cukup lama. Lalu saya meminta ijin untuk keluar kantor membeli tiket bus buat ayah.

Pk. 11.00 pagi saya tiba di rumah dan minta ayah untuk bersiap. “Bus berangkat pk.14.00,” kata saya singkat. Saya memang saat itu bersikap agak kasar karena didorong rasa marah akibat sikap keras kepala ayah. Ayah tanpa banyak bicara lalu segera berbenah. Dia masukkan baju-bajunya kedalam tas dan kami berangkat. Selama dalam perjalanan, kami tak berbicara sepatah kata pun.

Saat itu ayah tahu bahwa saya sedang marah. Ia pun enggan menyapa saya.! Setibanya di stasiun, saya lalu mengantarnya ke bus. Setelah itu saya Pamit dan terus turun dari bus. Ayah tidak mau melihat saya, matanya memandang keluar jendela. Setelah bus berangkat, saya lalu kembali ke mobil. Saat melewati halaman stasiun, saya melihat tumpukan kue pisang di atas meja dagangan dekat stasiun. Langkah saya lalu terhenti dan teringat ayah yang sangat menyukai kue itu. Setiap kali ia pulang ke kampung, ia selalu minta dibelikan kue itu. Tapi hari itu ayah tidak minta apa pun.

Saya lalu segera pulang. Tiba di rumah, perasaan menjadi tak menentu. Ingat pekerjaan dikantor, ingat ayah yang sedang dalam perjalanan, ingat Istri yang berada di kantornya. Malam itu sekali lagi saya mempertahankan ego saya saat istri meminta saya menelpon ayah di kampung seperti yang biasa saya lakukan setiap kali ayah pulang dengan bus. Malam berikutnya, istri bertanya lagi apakah ayah sudah saya hubungi. “Nggak mungkin belum tiba,” jawab saya sambil meninggikan suara.

Dini hari itu, saya menerima telepon dari rumah sakit Teluk Intan. “Ayah sudah tiada.” kata sepupu saya disana. “Beliau meninggal 5 menit yang lalu setelah mengalami sesak nafas saat Maghrib tadi.” Ia lalu meminta saya agar segera pulang. Saya lalu jatuh terduduk di lantai dengan gagang telepon masih di tangan. Istri lalu segera datang dan bertanya, “Ada apa, bang?” Saya hanya menggeleng-geleng dan setelah agak lama baru
bisa berkata, “Ayah sudah tiada!!”

Setibanya di kampung, saya tak henti-hentinya menangis. Barulah saat Itu saya sadar betapa berharganya seorang ayah dalam hidup ini. Kue pisang, kata-kata saya kepada ayah, sikapnya sewaktu di rumah, kata-kata istri mengenai ayah silih berganti menyerbu pikiran.

Hanya Tuhan yang tahu betapa luluhnya hati saya jika teringat hal itu. Saya sangat merasa kehilangan ayah yang pernah menjadi tempat saya mencurahkan perasaan, seorang teman yang sangat pengertian dan ayah yang sangat mengerti akan anak-anaknya. Mengapa saya tidak dapat merasakan perasaan seorang tua yang merindukan belaian kasih sayang anak-anaknya sebelum meninggalkannya buat selama-lamanya.

Sekarang 5 tahun telah berlalu. Setiap kali pulang ke kampung, hati saya bagai terobek-robek saat memandang nisan di atas pusara ayah. Saya tidak dapat menahan air mata jika teringat semua peristiwa pada saat-saat akhir saya bersamanya. Saya merasa sangat bersalah dan tidak dapat memaafkan diri ini.

Benar kata orang, kalau hendak berbakti sebaiknya sewaktu ayah dan ibu masih hidup. Jika sudah tiada, menangis airmata darah sekalipun tidak berarti lagi.

Kepada pembaca yang masih memiliki orangtua, jagalah perasaan mereka. Kasihilah mereka sebagaimana mereka merawat kita sewaktu kecil dulu

Source: http://terimakasihibu.blogspot.com/2011/03/senangkan-orang-tua-semasa-hidup.html

Kisah Seorang Anak Laki - Laki Tanpa Ayah dan Ibu




Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki2 berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan  tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak. 


Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada  musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. 
Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan  paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari. 

“Aku tidak akan menikah lagi,” kata Sherri kepada ibunya. “Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia”. “Kau tidak perlu menyakinkanku,” sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. “Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya”. 

Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama,mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. 
Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke. Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. “Pelatih”, panggilnya. “Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?” 

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras dalam beberapa hari ini. 

“Tentu,” jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. “Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu”. Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan. 

Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. “Pertandingan yang sangat mengagumkan,” katanya kepada Luke. “Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?” 

Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata “Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih.  Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu. Minggu lalu,……Ibuku meninggal”. Luke kembali menangis. Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata “Hari ini,….hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka…….Luke kembali menangis terisak-isak. 

Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untukmenenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidakmampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak.

Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya. Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya. Sang pelatih yang sudah berumur 40an tahun itu sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. 
Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya